Pemprov Serahkan Rp2 Miliar Bonus ke Atlet PON, Gorontalo – Sulteng Tuan Rumah PON 2028

625
ADV
10
WAKIL gubernur Idris Rahim serahkan simbolis bonus atlet peraih Medali di PON XX Papua. (photo/haris-hms)

GORONTALO (RAGORO) – Setelah pemerintah kota dan kabupaten, mengucurkan bonus kepada atlet peraih medali di PON XX Papua. Kini giliran pemerintah Provinsi Gorontalo mengucurkan bonus, total 2 miliar 50 juta diberikan kepada atlet peraih medali, pelatih, official, bahkan atlet yang belum berhasil meraih medali pun turut kecipratan bonus. Bonus diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim kepada atlet yang disaksikan oleh Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, Rabu (17/11), dirangkaikan dengan malam ramah tamah di Rumah Dinas Wakil Gubernur.

Seperti diketahui, pada PON XX papua ini, Gorontalo berhasil meraih dua medali emas dari takraw, 1 perak dari taekwondo, dan 2 perunggu dari cabang muaythai dan lari 1.500 meter putra. Cabang Olahraga takraw meraih bonus terbesar dengan dua medali emas masing-masing Rp800 juta, sedangkan peraih medali perak Rp175 Juta dan perunggu mendapatkan Rp87,5 juta. Wagub Idris Rahim, atas nama Gubernur berterima kasih atas prestasi yang membanggakan ini.

Kontingen kecil, tapi mampu meraih medali emas, perak dan perunggu, bukti atlet Gorontalo itu unggul. “jangan dilihat nilainya bonus, tapi pemerintah itu perhatian dengan atlet dan olahragawan di Provinsi Gorontalo,” ujar Wagub Idris Rahim. Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Gorontalo Fikram Salilama mengatakan, dikucurkannya bonus oleh pemerintah Provinsi Gorontalo menjadi bukti janji pemerintah Provinsi Gorontalo itu bukan hoax. “dari awal pak Gubenur Rusli Habibie sudah berjanji akan mengucurkan bonus, bahkan saya tahu persis anggarannya sudah ada, karena sudah dibahas, hanya saja ada saja kelompok dan oknum tertentu yang mencoba untuk memprovokasi seakan akan pemprov tutup mata dengan atlet PON,” ujar Fikram Salilama saat ditemui di kantor KONI Provinsi Gorontalo, Kamis (18/11) kemarin. “awalnya pemprov akan segera menyerahkan bonus seminggu kembali dari PON, tapi saya yang meminta ditunda, alasannya namanya uang pemerintah itu tidak boleh seenaknya, tapi ada prosedur yang perlu dilakukan, inilah yang memakan waktu, karena alur birokrasinya demikian,’ ujar Fikram Salilama.

TUAN RUMAH PON 2028

Sementara itu Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah sudah bersepakat untuk menjadi tuan rumah bersama pada PON 22 tahun 2028. “banyak dukungan yang datang dari KONI dari daerah lain, bahkan saat di PON Papua, mereka mendukung Gorontalo dan Sulteng menggelar iven 5 tahunan ini secara bersama sama. “dukungan banyak berdatangan, dan saya bersyukur Gubernur Rusli Habibie sangat mendukung, padahal jika PON itu terlaksana, beliau bukan lagi gubernur, tapi Rusli berpikir ke depan, tidak ada kepentingan politik, tapi demi kemajuan Gorontalo” ujar Ketua KONI Gorontalo tersebut.

Diakui oleh Fikram Salilama, tahun 2028 harga mati PON harus di Gorontalo. Dampaknya akan sangat luar biasa, dari sisi ekonomi pariwisata dan infrastruktur khususnya sarana olahraga akan berstandar internasional karena langsung mendapatkan kucuran anggaran dari pusat. (riel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *