Momentum HAN ke- 42 tingkat Gorut, Bupati Gembira Lihat Anak-anak Tampil Ceria

464
ADV
10
Bupati Gorut, Indra Yasin saat menyerahkan hadiah kepada anak-anak yang berhasil memenangkan lomba bercerita yang diselenggarakan pada momen Hari Anak Nasional (HAN) ke- 42 tahun 2021. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin merasa senang melihat anak-anak di daerah itu tampil ceria, meski saat ini masih di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Indra saat hadir pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke- 42 tingkat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), yang diselenggarakan Dinas Pendidikan di Villa Minanga Resort, Desa Kotajin, Kecamatan Atinggola, Kamis (18/11) kemarin. Anak-anak tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), termasuk Kelompok Belajar (KB) yang tampil dan keluar sebagai pemenang pada lomba bercerita yang diselenggarakan pada momen HAN tersebut diapresiasi orang nomor satu di Kabupaten Gorut itu.

“Saya gembira melihat kreativitas anak-anak, seperti lomba bercerita. Saya tentu senang, ada anak yang bercerita hampir setengah jam (30 menit) dan hampir tidak ada cela kesalahan. Sehingga saya kira itu membuktikan bahwa anak-anak di Gorut begitu cerdas, mampu menangkap setiap cerita yang disampaikan gurunya,” tutur Indra Yasin. “Sebagai buktinya tahun 2020 kemarin, Gorontalo Utara mewakili Provinsi Gorontalo dan meraih rangking satu tingkat nasional untuk lomba bercerita yang waktu itu kerja sama dengan LPP RRI,” sambungnya. Dan pada lomba bercerita yang dilaksanakan bertepatan momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke- 42 itu, Indra pun mengaku kagum anak-anak yang tampil bercerita membawakan kisah sejarah lokal dan sejarah nabi serta cerita fiksi masyarakat.

“Tentu itu berkat peran dari Bapak dan Ibu Gurunya,” ujarnya. Oleh sebab itu, Ia menyarankan, di momentum HAN tahun ini, peran orang tua penting untuk menyampaikan pesan-pesan kepada anak-anak. “Luangkan waktu bercerita kepada anak sebelum mereka tidur. Itu boleh dilakukan orang tua atau kakek dan neneknya. Tentu menceritakan cerita-cerita yang bermanfaat, misalnya masalah keagamaan, seperti kisah nabi dan rasul, termasuk cerita para pahlawan. Sehingga sejak dini, melekat pada anak, yaitu jiwanya bersemangat. Apalagi dengan dunia informasi yang begitu cepat dan luas, peran orang tua dibutuhkan untuk mengarahkan dan memberikan pemahaman,” pungkasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *