GORONTALO (RAGORO) – Ini bukan kaleng-kaleng. Jika RH berani pasang badan untuk beberapa DOB di Provinsi Gorontalo, itu artinya lewat tangan dinginnya, dia punya keyakinan besar kalau pemekaran, Boliyohuto, Gorontalo Barat (Gobar), Bone Pesisir dan Panipi Raya akan terwujud. “saya akan pasangan badan, meski nanti sudah tak jadi Gubernur lagi,” katanya. Pemekaran ini harus diburu sampai kapan saja, tidak boleh lepas karena ini jalan menuju kesejahteraan. Rusli mencontohkan Gorut, dulu sebelum jadi Kabupaten hanya menerima Rp2 M, tetapi setelah jadi Kabupaten, APBD Gorut sudah Rp120 M lebih dan sekarang sudah Rp800 M lebih.
Satu hal lagi kata Gubernur, pemekaran di Gorontalo benar-benar dikelola dengan baik, empat Kabupaten pemekaran semuanya tumbuh dengan baik, sekarang kuat dan mandiri. Pemekaran di Gorontalo akan Jadi percontohan nasional. Soal Boliyohuto, Gobar, Bone Pesisir dan Panipi Raya, RH menegaskan semuanya merupakan keharusan. RH juga menyampaikan kabar gembira karena minggu depan rencananya Komisi II DPR RI akan berkunjung ke Gorontalo untuk melihat dari dekat potensi dari daerah calon pemekaran. Untuk itu, tim dari Komisi II DPR RI itu akan menginap beberapa hari di Gorontalo. Satu hal lagi, Boliyohuto itu kan sudah masuk Ampres tinggal menunggu pengesahannya. “saya optimis karena soal DOB ini bisa diambil alih oleh DPR RI, tetapi tetap melibatkan Kemendagri,” kata RH.
Sementara untuk Bone Pesisir, RH sangat optimis daerah ini akan menjadi daerah Dolar seperti Luwuk, karena Bone Pesisir punya banyak sumber daya alam, selain tambang emas, ada juga tambang minyak yang baru saja ditemukan. Ditanya soal lahan perkantoran? RH mengatakan semua persyaratan sudah disiapkan, terutama lahan untuk perkantoran. Gubernur juga mengatakan kalau Pemprov sudah mengalokasikan anggaran kepada panitia pemekaran di masing-masing DOB sebesar Rp100 juta. Terakhir RH mengingatkan kepada rakyat daerah pemekaran agar jangan salah pilih pemimpin, karena Bupati pertama akan menentukan, karena dia yang akan meletakkan dasar pembangunan di daerah itu. (awal-46)











