Wabup Kembali Ingatkan Aparatur Pentingnya Kedisiplinan

477
ADV
10
Wabup Gorut, Thariq Modanggu saat memimpin apel kerja terhadap beberapa OPD yang dipusatkan di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Wakil Bupati Gorontalo Utara (Wabup Gorut), Thariq Modanggu kembali dibuat kecewa. Setelah dua pekan silam mendapati beberapa kantor OPD, pegawai atau aparaturnya banyak yang tidak tepat waktu masuk kantor, maka Senin (15/11) kemarin, hal serupa didapatinya.

Bahkan, orang nomor dua di Kabupaten Gorut itu mendapati salah satu kantor OPD, yakni, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB masih dalam kondisi tertutup, alias belum ada satu pun pegawai yang hadir. Padahal, waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WITA.

Namun demikian, hal itu tidak kemudian membuat dirinya langsung marah-marah. Justru, Thariq langsung bergegas menggelar apel kerja dia awal pekan untuk kemudian melakukan pembinaan terhadap para pegawai yang sempat hadir pada kesempatan itu. Di antaranya, pegawai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Inspektorat dan Dinas Kominfo.

Wabup Thariq pada kesempatan itu, pada dasarnya menggugah kesadaran setiap pegawai bahwa pentingnya kedisiplinan dalam bekerja. Ia bahkan memberikan gambaran pekerjaan seseorang dikaitkan dengan kematian. “Makanya pekerjaan itu harus dicintai. Kalau mencintai tentu penuh perhatian. Tapi, kalau melihat kondisi hari ini, kan susah juga,” kata Thariq dengan nada agak kecewa.

Ia menjelaskan, apa yang dilakukannya ini, dengan mendatangi setiap OPD di pagi hari secara mendadak, itu semata-mata untuk membangkitkan kedisiplinan pegawai. “Saya berharap, teman-teman harus saling mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan. Disiplin terhadap waktu dan disiplin terhadap pekerjaan. Karena saya ingin ada semangat dari setiap pegawai di semua OPD,” tuturnya. Disiplin di sini, kata Thariq, bukan hanya soal disiplin waktu, tapi juga disiplin prestasi, kinerja.

“Artinya, kalau ada pekerjaan yang harus selesaikan dua hari, ya dilaksanakan dua hari, bukan malah dibikin satu Minggu, bahkan berminggu-minggu. Kalau lembur hingga malam, tidak apa besok paginya datang terlambat, yang penting target pekerjaan tuntas,” terangnya. Makanya, sekali lagi, Wabup mengingatkan, agar sebuah pekerjaan untuk dicintai dengan sepenuh hati. “Dan ingat, jadikan pekerjaan itu ada keberkahan, berapa pun gaji yang kita terima, tapi setidaknya itu mengalir kepada keluarga kita. Sehingga punya nilai ibadah di sisi Allah SWT, amiiin,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *