GORONTALO (RAGORO) – Marten Taha mulai memoles wajah Kota, karya-karyanya di periode kedua ini berbeda dengan periode pertama. Di lima tahun kedua karya-karyanya mulai tampil kepermukaan ada 5 program besar, mulai dari Pasar Sentral, Pasar Tua, Jalan Nani Wartabone, Kota Baru dan Jalan Kalimadu. Kelima karya ini tidak saja untuk merubah wajah Kota Gorontalo, tetapi juga untuk lebih menggairahkan perekonomian rakyat. Lihat saja Kalimadu, di sepanjang jalan Kalimantan dan Madura ini akan dijadikan pusat kuliner terpanjang di Gorontalo. Untuk itu, Walikota akan membuatnya sangat indah, bahkan kali yang mengalir di sepanjang jalan itu harus bersih, masyarakat di sekitarnya tak boleh lagi membuang sampah di sungai itu, bahkan masyarakat tak boleh lagi menjadikan sungai itu sebagai sepiteng.
“kita akan bangun Kalimadu sangat indah, bersih dan nyaman, dengan demikian semua warga Kota akan nyaman menyantap makanan di sana tanpa ada aroma yang tak sedap dari kali yang ada di sepanjang jalan tersebut,” katanya. Menurut Walikota lagi, pedagang yang ada di sana nanti diseleksi, meski yang diprioritaskan adalah warga setempat yang memang benar-benar punya usaha kuliner. Hanya saja kata Walikota lagi, tempat jualan di Kalimadu tidak boleh permanen, nantinya di situ pemerintah akan memberikan rombong-rombong untuk tempat jualan. Sepanjang 5 tahun pertama menjabat sebagai Walikota Gorontalo, Marten Taha fokus pada perbaikan-perbaikan budaya kerja di lingkungan Pemkot Gorontalo, termasuk penataan sistem keuangan.
Hasilnya pada tahun pertama Pemkot meraih WTP yang pertama setelah sebelum-sebelumnya mendapat penilaian buruk dari BPK RI. Pemkot juga mendapat penghargaan dari KPK, Pemkot juga menyabet penghargaan paling bergengsi dari Pemerintah Pusat yang belum pernah diraih Walikota manapun di Kota Gorontalo yakni Parasamya Purnakarya Nugraha. Ini belum termasuk ratusan penghargaan lainnya. Selain itu Walikota Marten mampu menekan angka kemiskinan sampai 5 persen, pertumbuhan ekonomi 7 persen. (awal-46)











