Puncak Pontolo Potensial Untuk Usaha  Kuliner, Sebagai Rest Area Aman dan Nyaman bagi Pengguna Jalan

838
ADV
10
Bupati Gorut, Indra Yasin secara simbolis menyerahkan bantuan lapak dan tenda kepada para pelaku UMKM di daerah itu. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Perbatasan di berbagai wilayah di Indonesia sering dijadikan tempat beristirahat atau rest area bagi pengguna jalan sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.
Demikian halnya di perbatasan yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, tepatnya di Puncak Pontolo Indah, di antara Desa Pontolo Atas dan Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang.
Kawasan yang dulunya adalah pusat informasi pariwisata itu, ke depan di samping akan dijadikan perkantoran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), juga akan dijadikan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) sebagai tempat berjualan bagi pedagang kuliner.
“Saya berharap di Pontolo jadi tempat kuliner, tempat jualan yang representatif,” kata Bupati Gorut, Indra Yasin usai menyerahkan bantuan lapak dan tenda kepada 20 pedagang di 5 kecamatan, Jumat akhir pekan kemarin.
Tentu sekarang kata Indra, bisa dilihat perkembangan di puncak Pontolo Indah yang mempunyai prospek bagus. Karena setiap kendaraan, kebanyakan beristirahat di tempat tersebut.
“Dan saya pikir ini kesempatan bagi pelaku UMKM kita, mengambilnya untuk berdagang di kompleks rest area itu,” ujarnya. “Apalagi di kompleks Pontolo ini akan dijadikan tempat untuk pihak Satpol-PP berkantor,” sambungnya.
Sehingga, menurut Indra, wilayah perbatasan tersebut menjadi tempat beristirahat yang aman bagi pengguna jalan, terlebih dari luar daerah yang melintas.
Meski diberi kesempatan untuk berdagang di  kawasan tersebut, namun Indra mengingatkan, agar para pedagang dapat menjaga kebersihan lingkungan.
“Supaya pengguna jalan yang singgah semakin rutin. Artinya, mereka juga akan melihat tempat yang mereka singgah sebagai rest area bersih, nyaman dan aman.
Makanya kebersihan itu yang saya tuntut untuk dijaga,” tuturnya. Ia juga menyarankan, kuliner yang dijajakan diharapkan tidak dalam satu jenis saja.
Namun, lebih beragam, sehingga tidak terjadi persaingan yang ketat antar pedagang. “Kenapa harus berbeda, sebab selera orang tentunya berbeda untuk mencicipi jajanan,” terangnya. Selebihnya, Indra berharap bantuan tersebut untuk dijaga, dirawat dan semoga dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *