GORONTALO (RGNEWS.COM) – Lebih dari 500 warga Gorontalo rantau kembali ke kampung halaman untuk menghadiri Kongres V Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) yang berlangsung 6 – 8 November 2026. Kehadiran ratusan perantau ini memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi di Provinsi Gorontalo.
“Kongres kali ini adalah kongres yang dihadiri peserta terbanyak, lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Ada yang datang naik kapal laut, mobil dan pesawat. Kongres ini merupakan kerja keras dan hasil usaha kita semua, dan perlu diapresiasi karena seluruhnya menggunakan anggaran pribadi yang tentunya tidak sedikit,” ungkap Ketua DPP KKIG, Sjafrudin Mosii, pada Pembukaan Kongres V KKIG di Aula Yiladia, Rujab Wali Kota Gorontalo, Jumat (6/11/2026).
Olehnya, Ketua DPP KKIG tiga periode ini memberi apresiasi atas kemandirian seluruh peserta kongres yang bisa hadir di Gorontalo atas biaya sendiri. “Sebagai informasi bahwa saat ini negara kita dalam keadaan sedang tidak baik baik saja, sehingga saya minta seluruh masyarakat Gorontalo yang ada diperantauan untuk memberikan dukungan terhadap pemerintah pusat dengan program program unggulan nasional. KKIG jangan ikut ikutan dalam politik, jangan ikut ikutan berkomentar negatif di medsos, apalagi memberikan komentar yang belum kita tahu kebenarannya,” harap mantan Auditor BPK RI ini.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang membuka kongres tersebut berharap KKIG dapat melahirkan gagasan dan pemikiran besar untuk mendukung pembangunan daerah. Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menjaga Persaudaraan, Memperkokoh Persatuan dalam Membangun Negeri” (Dulo Ito de Kongres), kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran warga Gorontalo, baik di daerah maupun di perantauan. Idah menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Bumi Hulondalo.
Ia mengajak keluarga besar KKIG untuk terus menjaga kebanggaan terhadap adat istiadat, budaya, dan berbagai potensi yang dimiliki Gorontalo. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai organisasi, terutama KKIG. Karena itu, saya berharap KKIG dapat terus menjadi mitra pemerintah dan mengambil bagian dalam mendorong pembangunan Provinsi Gorontalo,” ujar Idah. Ia juga mengapresiasi kehadiran para peserta yang turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kedatangan warga perantauan yang membawa buah tangan untuk keluarga maupun membeli oleh-oleh saat kembali ke daerah masing-masing menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal.
Hadir pada kesempatan itu, yang mewakili Bupati/walikota se Gorontalo, Sekretaris DPP KKIG, Anggota Deprov Meyke Kamaru, sejumlah tokoh Gorontalo rantau, dan peserta Kongres V KKIG. **












