Milad ke-45 YP-DLP Tampil Beda

27
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Perayaan Milad ke-45 Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YP-DLP) Gorontalo tahun ini akan berbeda dari sebelumnya.

Jika tahun-tahun sebelumnya Milad hanya diisi dengan acara seremonial, upacara, dan ramah tamah, tahun ini YP-DLP memilih jalan berbeda: merayakan dengan membumikan kembali budaya Limo Pohalaa.

Milad yang akan digelar 16 – 20 Oktober 2026 ini akan berubah menjadi festival budaya terbesar yang pernah digelar yayasan.

Pembina YP-DLP Gorontalo, Dr. Moh. Rolli Paramata, SE., MM menegaskan, perayaan ke-45 harus menjadi titik balik.

“45 tahun bukan umur muda. Kami tidak ingin Milad hanya jadi acara potong tumpeng dan foto bersama. Tahun ini kita rayakan dengan menghidupkan kembali akar kita, budaya lima kerajaan,” kata Rolli, Selasa (13/10).

Tiga Pembeda Utama Tahun Ini:

  1. Dari Seremoni Menjadi Pagelaran Budaya
    Selama lima hari, halaman Unigo akan disulap menjadi panggung terbuka budaya Gorontalo. Pameran dan pagelaran adat dari Pohala’a Tiyombu (Suwawa), Hulondalo, Bulango, Limutu (Limboto), Atinggola, Boalemo, dan Bintauna akan tampil lengkap.

Penampilan Sarondede, Tidi Lo Polopalo, Dana-Dana, Longgo, Langga, hingga Pale Bohu akan mengisi panggung, bukan sekadar pengisi acara.

  1. Ada Dialog Budaya, Bukan Sekadar Hiburan
    Untuk pertama kalinya, YP-DLP menggelar Duluwo Limo Lo Pohalaa Cultural Dialogue Forum 2026 dengan tema Warisan Sejarah, Identitas, dan Masa Depan Gorontalo. Tokoh adat dan akademisi akan duduk bersama membahas masa depan Gorontalo.

“Kami ingin Milad ini melahirkan gagasan. Bukan hanya tontonan. Unigo sebagai kampus budaya harus menjadi tempat lahirnya pemikiran tentang identitas Gorontalo,” tegas Rolli.

  1. UMKM dan Penghargaan
    Berbeda dari sebelumnya, Milad tahun ini juga melibatkan pelaku UMKM. Kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo akan menampilkan makanan khas, kerajinan, hingga tanaman adat Gorontalo.

Puncaknya, untuk pertama kali akan diberikan YP-DLP Awards pada Malam Puncak 20 Oktober 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang berjasa melestarikan budaya.

Menurut Rolli, konsep baru ini sesuai dengan tema Milad ke-45 yakni MAKUTA: Mandiri, Kompetitif, Unggul, Tangguh, dan Berbudaya.

“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini adalah deklarasi bahwa YP-DLP dan Unigo siap menjadi penjaga budaya Gorontalo,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *