FKM Dominasi Festival Ilmiah Mo’odelo, Mahasiswa Ciptakan Filter Air dari Tongkol Jagung

100
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Gorontalo (Unigo) mendominasi Festival Ilmiah Mo’odelo 2026 dengan memborong dua gelar juara pada cabang orasi ilmiah bahasa Inggris dan presentasi poster karya tulis ilmiah.

Sementara gelar juara debat ilmiah diraih Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-25 Unigo itu mempertandingkan tiga cabang lomba, yakni debat ilmiah, orasi ilmiah bahasa Inggris, serta presentasi poster karya tulis ilmiah.

Seluruh pertandingan berlangsung mulai babak penyisihan, semifinal hingga final.

Pada cabang debat ilmiah, tim FEB berhasil keluar sebagai juara. Salah satu anggota tim, Verdiansyah Usman, juga dinobatkan sebagai Best Speaker berkat penampilannya selama kompetisi.

Untuk lomba orasi ilmiah bahasa Inggris, juara pertama diraih FKM, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di posisi kedua, sedangkan juara ketiga kembali diraih FKM.

FKM juga tampil sebagai juara pertama pada lomba presentasi poster karya tulis ilmiah. Posisi kedua ditempati FISIP dan juara ketiga kembali menjadi milik FKM.

Penanggung jawab Festival Ilmiah Mo’odelo, Dian Puspaningrum, S.Hut., M.Hut., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan budaya akademik melalui kompetisi ilmiah.

“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan berbasis riset, serta melahirkan inovasi yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat,” kata Dian.

Salah satu karya yang mencuri perhatian dewan juri adalah poster ilmiah bertajuk “Filter Air Portabel Berbahan Karbon Aktif Tongkol Jagung” yang dipresentasikan Fahdiat Mariski Mokoginta, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM Unigo.

Karya tersebut berhasil meraih juara pertama karena menawarkan teknologi penyaringan air sederhana dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai karbon aktif.

Filter itu dirancang berbiaya rendah, mudah dirakit, tidak membutuhkan listrik, serta dapat menjadi alternatif penyediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap air minum layak.

Menurut Dian, berbagai tema yang diangkat dalam Festival Ilmiah Mo’odelo diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *