KABGOR – Ribuan warga dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo memadati Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Gorontalo untuk mengikuti zikir, doa bersama, dan takziah mengenang hari kelima wafatnya tokoh nasional asal Gorontalo, almarhum H. Rachmat Gobel, Selasa (14/7/2026).
Kehadiran masyarakat yang datang dengan suka rela menjadi bukti besarnya kecintaan dan penghormatan terhadap sosok yang dikenal banyak berjasa bagi pembangunan Gorontalo.
“Ini murni inisiatif masyarakat. Mereka datang dari Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, hingga Bone Bolango. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi, sedangkan seluruh kegiatan digagas oleh masyarakat bersama ibu-ibu takmir masjid,” ujar perwakilan jamaah pada kesempatan itu.
Doa bersama tersebut menjadi cerminan kedekatan emosional masyarakat dengan almarhum. Bagi banyak warga, H. Rachmat Gobel bukan sekadar tokoh nasional, tetapi sosok yang dikenal memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan Gorontalo melalui berbagai gagasan dan kontribusi di bidang pendidikan, ekonomi, maupun pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, perwakilan pemerintah daerah juga mengenang komunikasi terakhir dengan almarhum. Sehari sebelum wafat, H. Rachmat Gobel disebut menitipkan pesan agar seluruh hasil pembangunan yang telah dirintis dapat terus dijaga dan dilanjutkan demi kepentingan masyarakat.
“Beliau hanya menitipkan satu pesan, agar seluruh proses pembangunan yang telah dirintis tetap dijaga dan diteruskan untuk masyarakat Kabupaten Gorontalo,” kenangnya.
Menurutnya, almarhum pernah menyampaikan bahwa perjuangan membangun Gorontalo masih jauh dari selesai. Berbagai program yang telah dirintis, mulai dari pembangunan sumber daya manusia hingga berbagai fasilitas pendidikan, harus menjadi semangat bersama untuk terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
Suasana doa bersama berlangsung khusyuk. Lantunan zikir dan doa yang dipanjatkan ribuan warga menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. (*)











