GORONTALO (RGNEWS.COM) – Nama Moh. Abd. Ghalieb Lahidjun mulai masuk dalam aspirasi sejumlah kader dan alumni menjelang pemilihan Ketua Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Gorontalo.
Namun, Ghalieb menilai masih banyak senior dan tokoh alumni HMI yang lebih layak memimpin organisasi tersebut.
Menurut Ghalieb, HMI merupakan organisasi kader yang menjunjung tinggi proses pengkaderan.
Di sisi lain, kader HMI juga harus menghormati dan menghargai senioritas yang telah dibangun dalam perjalanan organisasi.
“HMI itu memang organisasi kader, tetapi pada waktu yang bersamaan kader HMI juga harus hormat dan menghargai senioritas. Karena itu, menurut saya masih banyak senior maupun teman-teman yang lebih layak menjadi Ketua MD KAHMI Kabupaten Gorontalo,” kata Ghalieb, Senin (15/06/2026).
Ia menyebut sejumlah nama yang dinilainya memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin MD KAHMI Kabupaten Gorontalo.
Di antaranya mantan Ketua Umum HMI Cabang Limboto, Moh. Afan Suyanto, yang saat ini menjabat Wakil Rektor di Universitas Gorontalo.
Selain itu, Ghalieb juga menyebut nama Manto Rahmola, Rahmad Mohammad, Syarifudin Bano, Sofyan Ishak, serta Yoan Puluhulawa sebagai figur yang memiliki rekam jejak organisasi dan pengalaman yang mumpuni.
Menurut dia, terdapat pula sejumlah tokoh strategis yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan jaringan yang kuat untuk membawa organisasi alumni HMI tersebut lebih maju.
“Yang paling strategis ada Abangda Sugondo Makmur, yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, kemudian Zulfikar Usira selaku Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, dan Kakanda Haris Tome,” ujarnya.
Meski namanya ikut disebut dalam bursa calon ketua, Ghalieb menegaskan bahwa proses pemilihan harus menjadi momentum untuk menghadirkan figur terbaik yang mampu memperkuat peran KAHMI dalam pembangunan daerah serta menjaga hubungan baik antaralumni HMI di Kabupaten Gorontalo.
Pemilihan Ketua MD KAHMI Kabupaten Gorontalo diperkirakan akan menjadi ajang konsolidasi para alumni HMI dari berbagai generasi.
Sejumlah nama mulai mengemuka seiring bergulirnya aspirasi dari kader dan alumni menjelang pelaksanaan musyawarah daerah. (*)











