KABGOR – Terstruktur dan tertata setiap kalimat yang disuarakan Roni Sampir dan Adnan Entengo saat debat Pilkada 2024, Rabu malam (30/10/24).
Tampaknya kedua tokoh itu selalu berusaha hadir dengan kesantunan dan kebaikan. Sehingga kelihatan, tensi atau irama debat yang tinggi, terus dibuat landai lagi. Roni Adnan memang selalu berusaha hadir dengan Keteduhan, kesejukan.
Memang mereka dikenal dengan calon pemimpin yang baik, begitu selalu orang-orang katakan.
Paslon dengan nomor urut 3 ini memang selalu ingin hadir tanpa konflik, sebab berbeda bukan berarti harus jadi lawan.
Disetiap pertanyaan dan jawaban selalu disampaikan dengan santun. Semua mata publik malam itu menilai, semua terarah dan terstruktur. Karena yang paling penting visi misi program tersampaikan.
Cawabup Adnan Entengo akan hal itu mengatakan, kami menjunjung dan menjaga tutur, yang merupakan bagian dari seorang Khalifah atau pemimpin.
” Karena kalau salah berkata, atau gestur yang tubuhnya menampilkan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma norma, itu akan menimbulkan penilaian yang tidak baik terhadap calon pemimpin, ” Ujar Adnan.
Makanya kami lebih memilih ciri seperti itu sejak awal. “Ini yang pertama kali kami. Jaga, Sopan santun, budaya kita rakyat Gorontalo,” Ujarnya.
Kedua kata Adnan, Pilkada ini adalah kampanye gagasan, bukan kampanye serang menyerang. Dan dari situ tentunya akan menjadi penilaian tersendiri di konstituen, ide dan gagasan.
Dan yang ketiga, konstituen yang ada ini, dan ini sering saya sampaikan ke tim, mereka ini ada saudara-saudara di tim lain. Ada kerabat disana. Disemua Paslon, maka itu juga harus dijaga.
” Jadi pemimpin harus berusaha menjaga itu. Karena (kalau) terjadi gesekan ditingkat bawah, itu karena terjadi gesekan ditingkat atas. ” Kata Adnan.
Kalau dihadirkan keteduhan, kesejukan maka Insyaallah akan menjadi penilaian tersendiri di masyarakat. Dan Kabupaten Gorontalo butuh pemimpin seperti itu dimasa depan, teduh dan membawa kesejukan, tandasnya. (*)











