Bertekad Turunkan Stunting, Thariq Minta TPPS Perhatikan 20 Indikator Penilaian

587
ADV
10
Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gorut. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gorut yang baru dikukuhkan dapat memperhatikan 20 indikator penilaian stunting dalam penyusunan kegiatan.

“Kegiatan-kegiatan yang disusun harus memenuhi 20 indikator, baik itu 9 indikator spesifik dan 11 indikator sensitif,” tutur Thariq Modanggu saat diwawancarai usai membuka rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting tingkat Kabupaten Gorut dirangkaikan dengan pengukuhan TPPS Gorut di Aula Gerbang Emas, Kantor Bupati Gorut, Senin (30/5) kemarin.

Sehingga Thariq mengatakan rakor dan pengukuhan TPPS merupakan satu agenda yang sangat penting dalam rangka penurunan angka stunting.

“Ini sesuai dengan instruksi presiden dan memang ini tanggung jawab besar soal kemanusiaan, SDM dan masa depan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, 20 Indikator yang kemudian menjadi penilaian terhadap stunting harus di break down ke dalam matriks pembagian tugas. Supaya jelas pembagian tugasnya seperti apa.

“Kemudian juga alat ukur monitoring dan evaluasi. Tetapi, di luar itu sebenarnya Gorontalo Utara insya Allah paling siap dengan konsep TPPS untuk melaksanakan amanat presiden tersebut,” ujarnya.

Karena disampaikan Thariq, Gorontalo Utara sudah punya tim pendamping keluarga ceria yang akan diproyeksi untuk lebih menangani soal stunting.

“Sehingga ini menunjukkan program di Gorontalo Utara bersinergi dengan program nasional,” tukasnya.

Oleh karena itu, kaitan dengan pendampingan keluarga, Ia juga akan melakukan upaya secara khusus untuk melibatkan dan memberi pembekalan untuk pendamping keluarga ceria dalam rangka mendukung program penurunan stunting di Kabupaten Gorut.

“Jadi, mereka diberi target. Karena memang ada target yang diberikan lewat instruksi presiden nomor 17 tahun 2021 itu. Yakni, koordinasi dan sinkronisasi. Jadi, harus jelas formatnya. Kemudian memastikan seluruh perencanaan dan pelaksanaan program penurunan angka stunting itu bisa berjalan,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *