GORONTALO (RAGORO) – Penjabat Gubernur Gorontalo kali ini berbeda dengan penjabat gubernur sebelumnya. Di era Penjabat Gubernur pertama Tursandi Alwi bertugas fokus menyusun organisasi perangkat daerah, DPRD, dan mempersiapkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Pada era penjabat gubernur Zudan Arief Fakhrulloh fokus tugasnya adalah mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Masa waktu kedua penjabat Gubernur tersebut sangat singkat 6 hingga 9 bulan. Berbeda dengan penjabat Gubernur saat ini, Hamka Hendra Noer yang akan menjabat lebih kurang 2 tahun, sehingga tugasnya tidak hanya mempersiapkan Pilkada serentak atau tugas membina ketertiban masyarakat, tapi lebih dari itu adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Gorontalo. Isu kemiskinan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan seorang Kepala Daerah, 10 tahun terakhir ini Provinsi Gorontalo dianggap gagal menurunkan angka kemiskinan dimana secara nasional Provinsi Gorontalo masih bercokol pada 5 atau 6 daerah termiskin di Indonesia. Gubernur kedua Gorontalo yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo itu berharap Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer yang akan menjabat 2 tahun lebih untuk berkonsentrasi menurunkan dan membawa Gorontalo keluar dari Provinsi miskin di Indonesia. Harapan itu didasarkan pada tahun 2009 – 2012 angka kemiskinan turun kurang lebih 6,3 persen di masa jabatan Gusnar Ismail – Tonny Uloli sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, dimana pada saat itu APBD relatif sedikit dibandingkan 10 tahun terakhir. “kegagalan menurunkan angka kemiskinan dapat dinilai Pemprov tidak dapat mewujudkan tujuan otonomi daerah, menyulitkan masuknya investasi karena daya beli masyarakat yang rendah, dan mengkhianati cita-cita pembentukan Provinsi Gorontalo 20 tahun silam,” tandas tenaga profesional politik dalam negeri Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI itu. Ukuran kinerja Penjabat Gubernur Provinsi Gorontalo kali ini dengan masa jabatan yang sangat panjang, tidak hanya mempersiapkan Pilkada, tetapi bagaimana membawa Provinsi Gorontalo bisa keluar dari 10 besar termiskin di Indonesia, berbeda dengan masa jabatan penjabat Gubernur sebelumnya yang hanya 6 bulan. (LaAwal-46)
Harapan Gusnar Ismail. Penjagub Keluarkan Gorontalo 5 Besar Angka Kemiskinan
10











