Sekda Gorut : Karantina Kesehatan di Pelabuhan Anggrek Dimaksimalkan

437
ADV
10
Sekda Gorut, Suleman Lakoro saat menyaksikan penandatangan prasasti peresmian gedung wilayah kerja Pelabuhan Laut Anggrek, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Anggrek oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, Rabu (23/2) kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) menyambut baik diresmikannya gedung wilayah kerja Pelabuhan Laut Anggrek, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Anggrek oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, Rabu (23/2) kemarin.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro usai hadir pada peresmian tersebut. Tentu, atas nama pemerintah daerah, Suleman berharap, dengan diresmikannya gedung itu, akan semakin memaksimalkan tugas KKP Kelas II Anggrek terkait dengan penguatan karantina kesehatan di pintu masuk Pelabuhan Laut Anggrek.

Apalagi Pelabuhan Anggrek merupakan pelabuhan nasional yang cukup banyak disinggahi kapal-kapal dari luar negeri. Dan sebagai pelabuhan nasional, pelabuhan Anggrek merupakan pelabuhan laut yang melayani ekspor impor barang dari dan ke luar negeri.

“Sehingga tepat dibangunnya gedung karantina kesehatan di sini, dalam rangka untuk memperkuat karantina kesehatan di pintu masuk laut Anggrek, khusunya di Pelabuhan Anggrek,” tuturnya. Pada kesempatan itu, Suleman mengaku, pihak Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menyampaikan, ke depan, di Pelabuhan Kwandang juga akan dibangun gedung serupa dalam rangka untuk penguatan karantina kesehatan di Pelabuhan Kwandang.

“Saya juga melaporkan mengenai wilayah geografis di Gorut, terdiri atas 11 kecamatan dan 123 desa serta merupakan wilayah dengan garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo kurang lebih 317 kilometer,” ungkap Suleman. Di samping itu, Ia juga melaporkan mengenai Gorut yang tahun ini mendapat dana PEN senilai Rp 193 miliar.

Di mana, Rp 30 miliar khusus untuk kesehatan, yakni, pengadaan alat kesehatan (alkes) berupa alat CT Scan dan juga gedung untuk perawatan di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki. “Insya Allah ke depan, Kemenkes lewat Pak Dirjen juga akan membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di Gorut,” tutupnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *