Maulid Nabi di Telaga Jaya Khidmat dengan Tradisi Walima

21
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":4,"remove":4,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kecamatan Telaga Jaya berlangsung khidmat sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Prosesi yang dipusatkan di Masjid Besar Baitul Ridha itu diisi rangkaian acara seremonial dan dilanjutkan dengan lantunan doa-doa dan syiar Islam, hingga kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha yang disampaikan dalam bahasa Gorontalo.

Rangkaian peringatan Maulud Nabi di Gorontalo, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi keagamaan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Suasana religius semakin terasa ketika jamaah Baitul Ridho mengikuti lantunan doa dan penyampaian kisah perjalanan Nabi. Pesan keagamaan pun terungkap dalam nuansa budaya masyarakat Gorontalo.

Peringatan Maulid di masjid ini dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Camat Telaga Jaya serta sejumlah undangan lainnya.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat memperlihatkan dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Sekda Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur, didaulat memberikan sambutan Pemerintah tampak mengapresiasi antusiasme masyarakat dan panitia dalam menyelenggarakan seluruh rangkaian peringatan Maulid.

Menurutnya, berbagai tradisi yang menyertai peringatan kelahiran Rasulullah SAW merupakan bentuk kecintaan yang harus diwujudkan tidak hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejak tadi malam kita telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk pujian dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Namun yang paling utama adalah bagaimana kecintaan itu diwujudkan dengan terus bershalawat, menjalankan ajaran beliau, serta melaksanakan segala yang diperintahkan Allah SWT,” ujar Sugondo.

Rangkaian Maulid kemudian ditutup pada pagi hari dengan tradisi walima. Masyarakat membagikan sebagian hasil bumi kepada sesama warga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang merupakan anugerah Allah SWT.

Tradisi ini pun memperlihatkan bagaimana peringatan Maulid di masyarakat Gorontalo tidak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga memperkuat kepedulian dan kebersamaan antarwarga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan luar biasa. Pemerintah tentunya akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius,” tambah Sugondo.

Ia berharap nilai-nilai yang hadir dalam rangkaian Maulid dapat terus dijaga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Semoga setiap kegiatan yang di dalamnya terdapat syiar dan nilai-nilai agama senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Semoga Allah memberkati kampung kita, Kecamatan Telaga Jaya, dan seluruh Kabupaten Gorontalo,” tutup Sugondo.

Terungkap, Bupati Sofyan Puhi sendiri merupakan Ketua Takmirul Masjid Baitul Ridho Telaga Jaya yang merupakan pusat lokasi pelaksanaan maulid nabi tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *