Thomas Mopili Tegaskan Komitmen Aleg Dapil Gorut Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

110
ADV
10
Ketua Deprov dan Aleg Dapil Gorontalo Utara, saat melakukan pertemuan koordinaso bersama Pemkab Gorut, dalam rangka Reses. (Foto : Humas Deprov)


GORONTALO (RGNEWS.COM) – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menyampaikan bahwa Gorontalo Utara patut bersyukur sekaligus sadar akan kekuatan politik yang dimilikinya, mengingat dari lima perwakilan DPRD Provinsi Gorontalo yang berasal dari Gorontalo Utara, dua di antaranya duduk sebagai pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Thomas pada kunjungan kerja reses Daerah Pemilihan (Dapil) V DPRD Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (05/02/2026).

“Ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi kekuatan politik yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Gorontalo Utara. Dengan posisi tersebut, Gorontalo Utara memiliki ruang dan daya tawar yang kuat dalam menentukan arah kebijakan di tingkat provinsi,” tambah Thomas. Ia menegaskan bahwa DPRD Provinsi Gorontalo, khususnya unsur pimpinan yang berasal dari Gorontalo Utara, siap diminta, siap diarahkan, dan siap menerima petunjuk dalam hal-hal yang berkaitan langsung dengan perjuangan kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara.

Menurutnya, tidak boleh ada jarak antara kekuasaan politik dan kebutuhan rakyat di daerah. Lebih lanjut, sebagai bentuk komitmen konkret, Thomas menyampaikan adanya kontribusi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk Gorontalo Utara melalui dukungan program Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi, dengan alokasi bantuan berkisar dari seribu hingga satu juta.
Program ini diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan sebagai basis ekonomi rakyat.

Inseminasi Buatan (IB) merupakan teknologi reproduksi ternak dengan metode kawin suntik, yaitu memasukkan straw atau semen beku dari pejantan unggul yang disimpan dalam nitrogen cair ke dalam saluran reproduksi sapi betina.
Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas genetik ternak, mempercepat peningkatan populasi sapi, serta berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak. “Pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada wacana. Dukungan terhadap sektor riil seperti peternakan harus dipastikan menyentuh masyarakat bawah dan memberi hasil nyata,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *