Thariq Tegaskan Tidak Ada Paksaan Berinvestasi dalam G210

471
ADV
10

GORUT (RGNEWS.COM) – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menegaskan, meski mengimbau seluruh OPD berinvestasi dalam pelaksanaan Gerakan Dua Kambing Sepuluh Ayam (G210), namun dirinya memastikan tidak ada paksaan.

Demikian juga bagi ASN, termasuk guru-guru yang disarankan berinvestasi dalam G210.

“Untuk sementara, OPD kita minta menerima betina saja. Ini tidak ada paksaan, sekali lagi tidak ada paksaan. Yang ingin berinvestasi silakan. Kambing jantan dari hibah ini untuk pengembangbiakan agar optimal,” kata Thariq dalam sosialisasi G210 sebagai bagian dari agenda 100 hari pemerintahan Thariq – Nur, di Ruang Tinepo, Kantor Bupati Gorut, Rabu (13/8/2025).

Rencananya Gerakan Dua Kambing Sepuluh Ayam (G210) akan dilaunching pada 17 Agustus 2025.

Thariq mengatakan, program ini akan mulai berjalan usai upacara peringatan Hari Kemerdekaan.

Pada momen tersebut, akan dilakukan penyerahan bantuan kambing dari berbagai pihak, di antaranya Universitas Bina Mandiri, Universitas Ichsan, dan ritel perusahaan seperti Alfamart.

Pembelian bibit kambing akan dilakukan melalui dinas terkait, dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan untuk memastikan kualitas ternak.

Selain kambing, program juga mencakup pengembangan ayam petelur dan ayam kampung.

Beberapa peternak berprestasi akan mendapat penghargaan, termasuk peternak milenial di Tolinggula dan Kepala Desa Didingga yang berhasil mengembangkan usaha ayam petelur sekaligus memberdayakan aparat desa.

Thariq juga memaparkan peta jalan G210 yang meliputi empat fase: konseptualisasi, regulasi, dan sosialisasi; penyiapan dan penataan; percontohan oleh pemerintah daerah dan dunia usaha; serta pengelolaan hulu dan hilir secara berkelanjutan.

Pada tahap akhir, Gorontalo Utara ditargetkan menjadi produsen bibit kambing unggul dan pemasok ternak ke berbagai daerah, termasuk pasar luar provinsi.

“G210 ini bukan sekadar program peternakan. Dampaknya untuk semua sektor, termasuk perdagangan, pemberdayaan ekonomi, dan kemandirian desa,” tutup Thariq. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *