Prof Dr Rauf A Hatu : Politik Primitif dan  Politik Akal Sehat

1074
ADV
10
Prof Dr Rauf A Hatu

Editor : Sahril Rasid

GORONTALO (RG.COM) Prof Dr Rauf A Hatu mengatakan diera teknologi komunikasi yang sangat terbuka, masyarakat bisa menilai figure calon kepala daerah  yang benar benar ingin membangun daerahnya. Atau sekedar meraih kekuasaan dan pencitraan apalagi mengejar materi.

Sehingga itu calon kepala daerah (Cakada) harus meninggalkan mode politik primitive. Mode yang selalu mengungkap kekurangan lawan, atau menjelekan pembangunan kepala daerah terdahulu.

“ Sekarang ini pertarungan ide dan gagasan. Masyarakat menunggu apa isi kepala sosok seorang kepala daerah. Kemana daerah (Gorontalo) akan dibawah selama 5 tahun. Kalau sekedar mencari cari kejelekan lawan politik, atau mengungkit kekurangan cakada terdahulu maka itu kampanye primitive, rakyat tidak butuh yang demikian lagi,” tegas Prof Dr Rauf A Hatu.

Cakada diberbagai tingkatan, haruslah mampu memberikan gambaran kepada masyarakat. Apa yang akan dibuatnya ketika dia terpilih. Tentunya dengan peningkatan program yang telah dibuat kepala daerah terdahulu.

“ dengan waktu 5 tahun, tentunya tidak ada program lain selain meningkatkan program kepala daerah terdahulu, bidang infrstruktur, ekonomi, SDM, pendidikan, pertanian, perikanan,” tegas Rauf Hatu.

“ Jadi jika ada cakada merasa lebih baik dari Kepala daerah yang lalu, maka jelaskan konsep ide dan gagasannya terhadap pembangunan ke depan, itu jauh lebih logis dan tentunya dinanti oleh masyarakat,’ tambah guru besr itu lagi.

Kepada Cakada ia mengigatkan, hati hati dalam memahami hati dan sikap rakyat.

“ Mereka telah belajar dari Pilpres, Pemilu legislatif, pilkada lalu. Tentunya makin hari masyarakat telah mendapatkan pelajaran penting ’ tegas akademisi dari UNG ini.

Katanya masyarakat tidak akan terpengaruh lagi  dengan janji manis dan propaganda primitive, saya percaya masyarakat akan lebih jernih dalam memilih figure yang diangap layak membawa daerahnya lebih maju.

Diakuinya Gorontalo hebat dan maju ke depan,dari sisi ekonomi, infrastruktur, pendidikan, budaya sangat tergantung kecerdasan dari masyarakat dalam menentukan pilihan cakada.

“Masyarakat dalam menentukan sikap tidak akan lagi menggunakan sikap emosional, (nilai kedekatan, uang,bansos atau family). Tapi mereka akan mencari profil cakada memiliki visi membangun, “ ujar guru besar UNG

Pesan Rauf Hatu, masyarakat harus jadi juri utama untuk memilih pemimpin, pemimpin yang benar benar punya visi membangun daerah.

“ Apalagi hanya membangun citra diri dan partai, sementara kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat kecil,’ujar Prof Rauf Hatu******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *