oleh

Bupati Saipul Mbuinga,Pantau Pengerjaan Bandar Udara Pohuwato -Bendungan Randangan

GORONTALO (RAGORO)–Dua mega proyek strategis nasional Bandara Pohuwato dan Bendungan Randangan dipantau langsung  Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW)- Kementerian PUPR – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS).

Didampingi langsung Bupati Kabupaten Pohuwato Saipul Mbuinga, bersama Koordinator Evaluasi BPIW, Kementerian PUPR, Juang Fajar Sadikin.

Sesuia dengan rencana, mata air dibagian atas dari bendung randangan itu akan dimanfaatkan untuk kebutuhan bandara pohuwato.

Bupati Saipul Mbuinga menjelaskan bahwa mata air sungai randangan begitu besar, sehingga kebutuhan air minum maupun air baku untuk bandara sangat mudah dan sangat pas untuk memanfaatkan air di bagian hulu dari bendung randangan ini.

Diakui bahwa kebutuhan air sangat diperlukan pada bandara tersebut, olehnya ketersediaan air yang ada ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu kedatangan di bendung randangan ini tentu melihat kapasitas air yang ada di tempat ini yang terbilang sangat mendukung kebutuhan air yang ada di bandara.

“Segala kebutuhan pada bandara sesegera mungkin disiapkan, karena pada 2024 awal bandara ini akan difungsikan, sehingga sangatlah pas kebutuhan berupa air dan fasilitas pendukung lainnya mulai dipersiapkan saat ini. Apalagi pekerjaan bandara pohuwato ini akan berlanjut kembali pada tahun 2023 mendatang”,jelas Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga.

Sementara itu, Plt. Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit menjelaskan, di bandara pohuwato diusulkan pembangunan sistim pengelolaan air minum ibu kota kecamatan (SPAM IKK). “SPAM IKK itu untuk mendukung pelayanan di bandara selama tiga tahun atau tergantung tingkat kepadatan pelayanan. Karena sekarang kita baru menggunakan SPAM yang 5 liter perdetik”,ujarnya.

Maka untuk menunjang yang sampai jangka panjang, kata Risdiyanto, itu harusnya SPAM IKK yang kapasitasnya kurang lebih 150 liter perdetik. Itu (SPAM IKK) yang akan diusulkan ke BPIW yang kiranya menjadi atensi di tahun-tahun akan datang.

“Nah, sumber airnya itu ada di sana (bendung randangan) makanya tim diajak untuk melihat kapasitas air yang ada di bendung”,ucapnya.

Masih menurut Kabag Pembangunan, Risdiyanto Mokodompit, kebutuhan air diambil di luar kawasan bendung dan dipasang di kawasan atau SPAM yang sudah ada atau samping jembatan randangan di desa ayula yang kemudian jalurnya menuju bandara dan itu khusus melayani kebutuhan yang di bandara pohuwato.

Ikut serta pada peninjauan itu Bapppeda Provinsi Gorontalo diwakili Sulastri Husain, Unsur PUPR Provinsi, Plt. Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit, Kadis Perhubungan, Yunus Mohamad, Sekretaris Baperlitbang, Sunu Hadi Suhandoko dan Dirut PDAM Tirta Maleo, Hairuddin Usman, Selasa, (20/09/2022).
Bu (rg.-I-one/prm)

 

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *