Warek Dr Dikson : Kita di UG Satu Keluarga Besar

444
ADV
10
OPENING : SUASANA kegiatan PendidIkan Karakter dan Integritas Mahasiswa Baru (Paradigma) Universitas Gorontalo (UG).

KAMPUS UG (RG) – Setelah melalui proses PendidIkan Karakter dan Integritas Mahasiswa Baru (Paradigma) Universitas Gorontalo (UG), para mahasiswa ini menggelar Malam Keakraban dan Inagurasi, Sabtu kemarin (3/8), di Universitas Gorontalo Convention Center (UGCC). Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Bertalenta Insan Akademis” dan dimeriahkan oleh berbagai macam acara, seperti Pemilihan Raja dan Ratu Paradigma, Potensi Berbakat serta Talent show.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Dikson Junus, M.PA menjelaskan, bahwa malam inagurasi ini bertujuan untuk pengenalan UG kepada mahasiswa baru setelah melaksanakan Paradigma yang bertujuan sebagai ajang atau moment saling mengenal di antara mahasiswa. “Tentu malam inagurasi ini sebagai ajang atau moment saling mengenal antara mahasiswa baru. Selain mencari ilmu kita di UG juga adalah satu keluarga besar,” ungkapnya.

Menurutnya, malam inagurasi adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa baru sebagai puncak dari masa perkenalan kampus di UG. “Malam inagurasi ini juga merupakan sambutan atas akan dimulainya cerita baru dan perjalanan mahasiswa baru yang akan segera dimulai, tentu saat ini yang dinanti-nantikan,” ujar Dikson.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa Paradigma UG akan digelar Rabu 31 Agustus. Kegiatan ini telah disiapkan untuk mengenalkan lingkungan kampus dan juga untuk memberikan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru.

Dihari pertama Paradigma, Wakil Rektor III, Dr. Dikson menegaskan dihadapan mahasiswa, bahwa keberhasilan bukanlah milik orang pintar, keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha. “Kalimat indah ini adalah milik alm. BJ Habibie. Mantan presiden kita,” ungkapnya.

Kalimat ini, lanjut Dikson, mengajarkan bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Ada faktor lain yang lebih penting yakni kerja keras. Sepintar dan secerdas apapun seseorang kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar mimpinya, maka itu semua akan percuma. “Jadi bagi kalian yang sedang gencar mewujudkan cita-cita, bekerjalah secara sungguh-sungguh. Karena meskipun kamu pintar, tapi kalau tak mau kerja keras, maka kesuksesan pasti akan menjauh,” terangnya.

Sebelumnya, untuk persiapan Paradigma, Dikson sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. “Dalam kesiapan paradigma yang akan dilaksanakan pada 31 Agustus sampai dengan 3 september 2022, kami sudah melaksanakan koordinasi dengan Rektor Universitas Gorontalo, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan DLP Gorontalo, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan DLP Gorontalo, Pantia Paradigma dan Juga Badan Eksektif Mahasiswa (BEM) UG,” ucap Dikson Yunus.

“Paradigma ini adalah bagian dari proses akademik mahasiswa baru dimana mahasiswa baru pada saat masuk kampus harus ada orientasi dan juga perkenalan aktivitas kampus. Ini merupakan bagian dari orientasi pengenalan kampus dimulai dengan kegiatan akademik, perkuliahan dan pengabdian, semuanya dijelaskan dalam Paradigma ini,” katanya.

Disamping itu, Dr. Dikson juga menjelaskan, bahwa paradigma ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Dilaksanakannya paradigma ini adalah suatu bagian dari pendidikan karakter sebagai insan akademis bagi mahasiswa baru dalam memasuki dunia perkuliahan, karena pada saat mereka dari Sekolah Menengah Atas (SMA) kemudian ketika memasuki perguruan tinggi harus ada penguatan penguatan akademik,” pungkas Dr. Dikson. (rg-63)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *