Puncak HLH Sedunia 2022, Ini Harapan Bupati Gorut

515
ADV
10
Bupati Gorut, Thariq Modanggu didampingi Kadis DLH Gorut, Ilyas Lagarusu saat berpose dengan beberapa pihak penerima penghargaan Adiwiyata Kalpataru tahun 2022. (Foto : hms_kominfogorut)
GORUT (RAGORO) – Puncak Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia tingkat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tahun 2022 dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (27/7) kemarin.
Di puncak HLH ke- 50 ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) lewat Dinas Lingkungan Hidup menyerahkan penghargaan Adiwiyata Kalpataru, ketaatan perusahaan, petugas kebersihan, OPD peduli lingkungan dan PTT teladan.
Bupati Gorut, Thariq Modanggu dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk sama-sama peduli terhadap pelestarian lingkungan, baik di lingkungan perkantoran OPD maupun masyarakat secara umum.
Terhadap pelestarian itu, maka kaitan dengan persoalan persampahan yang memang diakui Thariq harus didorong dan digerakkan secara bersama.
Budaya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap asri, merupakan tanggung jawab bersama atas kesadaran setiap individu.
Makanya, pada kesempatan itu, Thariq menggugah setiap pihak agar mau dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari.
“Nah, kaitan dengan lingkungan hidup ini, di 6 (enam) agenda strategis yang telah saya siapkan, salah satunya penataan semua Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Gorontalo Utara,” ungkap Thariq.
Makanya, Ia meminta pihak DLH, agar pohon yang ditanam di setiap pelaksanaan Motabi Kambungu di kecamatan, diperbanyak.
“Supaya tutupan lahan kita signfikan. Untuk itu saya berharap ini betul-betul disiapkan dengan baik,” pintanya.
Di samping penataan RTH, kompleks blok plan perkantoran Pemerintahan Kabupaten Gorontalo Utara juga menjadi perhatian Thariq di akhir masa kepemimpinannya.
“Alhamdulillah setelah saya pantau, kebersihan lingkungan di dalam dan di luar kantor OPD, cukup baik. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup menjadi percontohan bagi OPD yang lain,” imbuhnya.
Memang ada juga OPD yang kantornya secara infrastruktur dalam kondisi plafonnya rusak. Namun, menurut Thariq, kondisi itu bukan kemudian membuat aparat di OPD tersebut tidak lagi merawat lingkungan sekitar.
“Walaupun plafonnya rusak, bukan berarti pot bunga yang ada tidak lagi diurus. Begitu juga lingkungan di sekitarnya,” tuturnya.
Lebih dari itu, orang nomor satu di Kabupaten Gorut itu berharap aparatur di lingkungan Pemkab Gorut benar-benar menjadi contoh penataan lingkungan dan kebersihan bagi masyarakat. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *