Kabgor- Ketua pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gorontalo ,Prof. Fory Naway mengatakan, untuk kegiatan verifikasi data untuk Kabupaten layak anak melibatkan seluruh elemen. Peran P2TP2A terus memainkan peran dalam pemenuhan penilaian KLA tahun 2022.
Kata Fory ada 2 klaster yang menjadi perhatian khusus, dinataranya terkait dengan pernikahan dini, sebenarnya bekerjasama dengan Kemenag, KUA, pengadilan agama dan terkait dengan undang-undang pencegahan, serta melaksanakan sosialisasi ditigkat SMP, SMA bahkan ke perguruan tinggi dengan berkolaborasi dengan pusat pembelajaran keluarga, P2TP2A dan UPTD.
“Ini kami lakukan guna meminimalisir terjadinya pernikahan dini. Tadi juga disinggung soal bagaimana Puspaga berkolaborasi dengan seluruh lintas baik dengan Kejaksaan dan Wartawan yang sudah penerbitan kerjasama, karena isu kerentanngan terhadap kekerasan baik seksual, rumah tangga tidak bisa langsung di expos karena masalah privasi dan masa depan anak itu sendiri,” jelas Fory,ditemui usai kegiatan penilaian terhadap Kabupaten Layak Anak (KLA) yang digelar di aula rumah dinas Bupati pada Senin (06/06),
Terakhir Fory Naway nengubgkapkan untuk target sendiri tentunya harus kerja ekstra dan berusaha semaksimal mungkin, dan semua kita serahkan ke pusat masalah penilaian.
“Mungkin kami akan melakukan rapat kembali untuk menyiapkan apa saja mereka butuhkan terkait dengan penilaian, baik itu dalam bentuk video maupun berkas-berkas tambahan lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menekankan kepada seluruh stakeholder untuk menyelamatkan anak dari hal-hal yang bersifat negatif, karena merupakan aset untuk masa depan sebagai estafet pembangunan yang ada di daerah.
dimana menurutnya, jangan hanya mengejar penghargaan , tapi yang palung penting adalah melindungi anak.
Nelson juga mengatakan dengan adanya penilaian lebih memberikan semangat, mengingat kekerasan terhadap anak saat ini naik, karena dimasa pandemi saat Covid 19, mereka lebih banyak interaksi dengan orang tua dirumah, dari pada di sekolah.
“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan penghargaan meskipun baru menengah. Melindungi anak tidak hanya tugas pemerintah tapi juga butuh kesadaran dari kita semua, ” ungkapnya. (Rg.53)











