MOTOLOPANI

1065
ADV
10
Prof. Fory Armin Naway

Oleh :
Prof. Fory Armin Naway
Guru Besar UNG dan Ketua ICMI Kab. Gorontalo

Bagi generasi muda Gorontalo, khususnya kaum milenial, mungkin sudah sangat jarang mendengar istilah “Motolopani”. Istilah ini seakan tenggelam oleh munculnya beragam kosa kata lain yang justru bukan bersumber dari bahasa Ibu. Padahal, secara terminologi dan tinjauan makna yang terkandung di dalamnya, kata motolopani sangat penting menjadi rujukan dan spirit bagi siapapun orang Gorontalo untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

Disebut demikian, karena kata motolopani memiliki arti sebagai “keterampilan, kreatifitas dan inovasi. Atau dalam bahasa kerennya, motolopani mengandung makna yang sama dengan istilah “skill”, keahlian atau kompetensi yang saat ini begitu populer di tengah masyarakat.

Penting menjadi spirit, karena kata motolopani mengandung makna filosofis, bahwa orang Gorontalo itu sejak kecil sudah diajarkan dan ditempa untuk menjadi pekerja keras, ulet, cekatan dan siap membekali dirinya dengan seperangkat keterampilan demi kehidupan yang progresif. Jika tidak, maka sindiran yang cukup keras akan dilayangkan kepada orang itu, seperti dalam istilah “lantdingalo”, bandtila”, moabalo dan mokobolo.

Jadi orang Gorontalo itu bukanlah deretan manusia yang “pemalas”, melainkan rajin, trampil dan tampil sebagai kreator, inovator. Bahkan, jika di tempat kelahirannya sudah tidak memiliki lagi peluang untuk bekerja dan berkarya, mata ia memilih “moleleyangi”, mengembara atau merantau.

Itulah sebabnya, bagi orang Gorontalo, motolopani belumlah cukup, melainkan masih membutuhkan komponen lain sebagai penunjang sehingga tampil menjadi pribadi yang maju dan berkembang. Berbagai komponen penunjang itu dapat dilihat dari istilah-istilah yang diwariskan oleh leluhur Gorontalo seperti dalam kata ; “mo’ulindtapo, panita, kulupani, mo’olohu dan motoyinuto.

Tidak heran jika dalam tataran masyarakat Gorontalo dikenal istilah “Ilomata”, yakni karya besar yang dihasilkan dan bermanfaat atau membawa maslahat bagi orang banyak. Ilomata merupakan buah dari komitmen kepedulian, “mongimato, lo’imato”, kemudian “motota motolopani” atau trampil berkreasi dan berinovasi hingga mampu merancang sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Melalui seperangkat nilai yang terkandung dalam istilah “motolopani” ini, maka sebenarnya orang Gorontalo itu tidak ada yang “menganggur” atau pengangguran. Begitu banyak potensi yang bisa saja dikerjakan, diirancang dan dikreasikan, dari yang tidak ada menjadi ada, mengubah sesuatu yang tadinya tidak bernilai menjadi bernilai dan mampu mengkreasikan sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi bermanfaat bagi orang lain. Hanya saja untuk menjadi orang yang memiliki “tolopani”itu, dibutuhkan ketajaman mata hati, atau O’Imato” terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, orientasi hidup atau cita-cita juga tidak semestinya disandarkan pada keinginan untuk menjadi pegawai negeri, menjadi karyawan dan sebagainya tapi sudah mulai menoleh untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita, menjadi kreator, inovator, merancang dan melahirkan produk-produk barang dan jasa yang memiliki nilai tambah (value added).

Apalagi di era media sosial saat ini, peluang untuk berkreasi sangat terbuka luas. Untuk melatih atau berkreasi di bidang kuliner misalnya, Chanel YouTube memiliki konten-konten yang sangat beragam terkait kuliner, yang bisa saja menjadi mentor yang paling efektif. Demikian pula dengan pemasaran dan sebagainya, media sosial menjadi “toko” yang cukup mumpuni meraih pundi-pundi penghasilan. Paling tidak dengan memanfaatkan medsos sebagai sumber penghasilan, maka kehadirannya bukan sekadar berinternet ria, menambah beban biaya hidup dengan membeli pulsa data, tapi justru sebaliknya, memberikan manfaat secara ekonomi.

Di bagian lain, spirit motolopani ini, juga dapat menjadi referensi penting bagi elemen pemerintah dan pengambil kebijakan lainnya agar ke depan, lebih memprioritaskan program peningkatan keterampilan kepada generasi muda. Selain itu melakukan intervensi bantuan modal, berkolaborasi dengan pihak perbankan dan dunia usaha lainnya dan regulasi yang terkait dengan proses perizinan yang mudah, murah dan cepat.

Upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dengan demikian, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan ekonomi, pendekatan teori keilmuan semata, tapi juga penting melakukan pendekatan kultural. Hal itu dipandang perlu agar segala bentuk program pemberdayaan masyarakat benar-benar berhasil guna, mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara konkrit.

Begitu banyak nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh leluhur Gorontalo yang patut digali, dilestarikan dan dapat dijadikan spirit untuk mendorong terwujudnya kemajuan yang hakiki. Nilai-nilai kehidupan yang menjadi warisan leluhur Gorontalo itu diyakini masih tetap relevan menjadi rujukan. Bagaimanapun, sistem nilai yang dibangun dan terbangun pada zaman dulu masih disebut tetap relevan, karena sesungguhnya, tantangan umat manusia pada zaman dulu, jauh lebih berat dan lebih sulit jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh umat manusia zaman sekarang.

Spirit hidup yang lahir dari masa-masa sulit, biasanya.memiliki elastisitas yang tidak lekang oleh waktu. Segala bentuk nilai dan akal budi umat manusia dalam sepanjang sejarah, menghadapi, berada dan dalam pengaruh empat dimensi ruang, “tulu, taluhu, huta waw dupoto” .

Dengan begitu, tidak ada alasan yang mengatakan bahwa nilai-nilai warisan leluhur sudah ketinggalan zaman. Justru sebaliknya, semakin berat tantangan hidup yang dihadapi saat ini dan ke depan, maka semakin penting pula untuk menoleh sistem nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.
Hidup adalah rangkaian kehidupan yang tak mungkin terputus mulai dari masa lalu, masa kini dan masa depan. Hidup juga adalah rentetan perputatan roda yang terus bergulir tanpa kompromi.

Sejarah selalu berulang, meski dalam konteks yang berbeda. Maka spirit hidup para pendahulu yang diwariskan kepada generasi sesudahnya tetap relevan untuk dimaknai dan dihayati secara elegan.Semoga (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *