Promosikan Wisata Religi Lewat Event Festival Mi’raj

495
ADV
10
Wawali Ryan F. Kono saat menghadiri penutupan Festival Mi'raj di Masjid Hunto, Senin (7/3, Foto PKP) malam.

PEMKOT (RAGORO)- Festival mi’raj merupakan suatu kegiatan syi’ar islam didalam bidang seni dan budaya untuk menyampaikan apa yang menjadi ajaran Islam yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan event tahunan, festival mi’raj ini juga kata Ryan, sebagai salah satu sarana untuk menarik minat masyarakat terhadap warisan tradisi kebudayaan daerah Gorontalo. Olehnya, lewat kegiatan tersebut, Ryan berharap, festival mi’raj ini sebagai sarana atau ajang promosi potensi pariwisata religi yang ada didaerah Gorontalo terlebih khususnya di Kota Gorontalo. “Saya berharap dari penyelenggara event pariwisata ini agar lebih dikenal lebih luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat daerah Gorontalo. Selain ajang promosi potensi pariwisata religi, event ini dapat menarik minat masyarakat terhadap warisan tradisi kebudayaan daerah Gorontalo, “ujar Wakil Walikota Ryan F. Kono saat menghadiri kegiatan Festival Mi’raj di Masjid Hunto, Senin (7/3/22) malam.
Lanjut, Ryan mengungkapkan, perayaan isra mi’raj oleh masyarakat Gorontalo dilaksanakan secara tradisional dari zaman dahulu sampai sekarang ini, berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Menurutnya, dengan tradisi budaya lokal masyarakat Gorontalo bersifat religi tersebut kata Ryan, dilaksanakan dengan membaca naskah aksara Arab yang tertulis dengan bahasa Gorontalo tentang riwayat perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke sidratul Muntaha menghadap Pencipta Alam Semesta dan pemeloharanNya untuk menerima perintahNya menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam. “Bertolak dari hal tersebut, untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi adat budaya daerah Gorontalo maka dilaksanakannya kegiatan Festival Mi’raj sejak tahun 2008 hingga pada saat ini, “tandasnya.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *