GorutPemkab Gorut

Rumah Sakit Pratama Layak Dibangun di Tolinggula

589
×

Rumah Sakit Pratama Layak Dibangun di Tolinggula

Sebarkan artikel ini
Pembahasan studi kelayakan terhadap pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). (Foto : 89_rg)

GORUT (RAGORO) – Persiapan pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) di Kecamatan Tolinggula terus dimaksimalkan.

Bahkan, tim konsultan perencana telah memaparkan Feasibility Study atau studi kelayakan terhadap pembangunan rumah sakit yang didanai lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) itu.

Dan dari pemaparan atas kajian pihak konsultan dari A sampai Z, Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro mengungkapkan pada dasarnya rekomendasi yang disampaikan bahwa pembangunan Rumah Sakit Pratama layak. “Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dengan melihat sisi teknisnya, bahwa memang ini sudah layak untuk dibangun,” ungkap Suleman.

Akan tetapi, Suleman memberi perhatian terhadap catatan rekomendasi yang kemudian harus dilengkapi, sebagai bagian dari syarat pembangunan dan lain sebagainya. Selain itu, Ia juga mengingatkan, karena pembangunan rumah sakit tersebut bersumber dari DAK, tentu ada batas waktu yang harus dipenuhi.

“Oleh karena itu saya tekankan agar prosesnya segera dilakukan. Alhamdulillah Bulan Februari ini dimulai dengan FS. Dan Kadis Kesehatan sebagai pengguna anggaran saya sudah perintahkan untuk membuat schedule (jadwal) per hari. Sehingga pekerjaan yang kita lakukan terkontrol.

Kalau kemudian ada yang harus diperbaiki dikoordinasikan,” tukasnya. Anggaran pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut bersumber dari DAK sebesar kurang lebih Rp 70 miliar. Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kabupaten Gorut, Rizal Yusuf Kune mengaku, tim konsultan yang menyusun FS adalah konsultan berpengalaman dalam membuat perencanaan rumah sakit.

“Mereka ini selain menyusun FS, berpengalaman juga dalam penyusunan master plan dan DED sampai pada pengawasan pembangunan,” kata Rizal. Layaknya pembangunan rumah sakit tersebut, tentu dilalui lewat proses yang tidak instan, tapi melalui kajian yang mendalam.

“Bahkan untuk lokasi yang kita persiapkan di awal itu ada 3 (tiga). Sehingga untuk lokasi yang telah dipilih sekarang itu memenuhi syarat, baik dari keabsahan dokumen tanah itu memang sudah punya sertifikat. Nah, sehingga kami lebih memilih itu dan telah ditinjau jauh hari sebelumnya oleh pihak konsultan,” imbuh Rizal. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *