Bupati Salurkan 1 Unit Bus Mikro di Biau, Bantuan dari Kemendes PDTT

476
ADV
10
Secara simbolis, Bupati Gorut, Indra Yasin saat menyerahkan bus mikro bantuan Kemendes PDTT kepada pihak BUMDes Famili Potanga, di Desa Potanga, Kecamatan Biau, kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin dalam rangkaian kegiatan di wilayah barat, Selasa (28/12) kemarin, menyalurkan 1 unit bus mikro bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun anggaran 2021, di Kecamatan Biau.
Bantuan tersebut diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Famili Potanga di Desa Potanga. “Nah, saya berharap dengan dikelolanya bus tersebut oleh BUMDes, maka perputaran ekonomi di desa bisa berjalan baik,” ujarnya.
Karena dijelaskan Indra, fungsi BUMDes adalah menampung semua hasil bumi dari pada masyarakat dan kemudian memfasilitasi untuk bisa menjual ke luar. “Dengan demikian, rakyat tidak susah-susah lagi, karena semua hasil buminya, itu bisa ditampung di BUMDes, untuk kemudian dipasarkan,” kata Indra.
Oleh sebab itu, dirinya merasa bangga dan senang, Desa Potanga di Kecamatan Biau bisa mengelola BUMDes dengan baik. Sempat melihat langsung beberapa usaha yang dijalankan BUMDes Famili Potanga, Bupati dua periode itu menilai potensi ekonomi yang dihasilkan begitu menjanjikan.
“Seperti kolam renang yang telah dibangun. Uang Rp 2 ribu untuk tiket masuk, saya rasa itu tidak terasa oleh masyarakat, tapi kalau sudah ratusan yang masuk, tentu sudah banyak juga pendapatan yang masuk ke desa,” ujarnya.
Usaha lain yang dijalankan BUMDes Famili Potanga, seperti gedung untuk olah raga outdoor, menurut Indra, tentu selain menghasilkan dari sisi ekonomi, masyarakat juga punya fasilitas untuk olah raga.
“Jadi, saya kira luar biasa desa ini (Potanga). Bisa mengangkat potensi yang ada untuk pengembangan desa lewat dana desa,” terangnya.
Oleh sebab itu Ia mengajak masyarakat Gorut, semua desa itu bisa memanfaatkan dana desa untuk fasilitas-fasilitas yang dibangun dan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Bahkan, saya sarankan untuk menampung hasil-hasil bumi dari masyarakat yang boleh dibangun apa yang disebut BUMDesma. Kalau demikian, saya kira itu sudah lebih bagus, sehingga boleh memasarkan lewat BUMDesma dan nantinya masyarakat dari mana pun boleh beli di BUMDesma,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *