GORUT (RAGORO) – Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memang membuat segala lini sektor perekonomian anjlok. Tak terkecuali di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).
“Memang kita tidak bisa pungkiri, selama pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi anjlok. Yang dulunya 6,7 persen sekarang turun hingga 0 sekian persen.
Tapi syukur masyarakat masih bisa makan,” ungkap Bupati Gorut Indra Yasin saat hadir membuka rapat koordinasi dan evaluasi pengendalian inflasi daerah yang diselenggarakan Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Gorut, di Hotel New Rahmat, Kota Gorontalo, Senin (20/12) kemarin.
Ia menyebut, inflasi kaitannya dengan daya beli masyarakat terhadap harga barang di lapangan yang terus meningkat. Olehnya, harga barang di lapangan perlu untuk dikendalikan.
“Oleh sebab itu, saya berharap, selain ada data di BPS, Bagian Ekonomi juga perlu turun bersama-sama dengan OPD teknis terkait yang memang berhubungan dengan pengendalian inflasi daerah,” ujarnya.
Karena ada kaitan dengan daya beli masyarakat, maka tentu kata Indra, OPD teknis, seperti Bagian Ekonomi dan Perindagkop, secara tim turun di lapangan, untuk melihat stok barang yang dijual, lalu dicek apakah ada pembeli atau tidak.
“Tentu kalau yang terjadi daya beli masyarakat kurang, maka tentu perlu diintervensi lewat pasar murah,” tukasnya. Intinya, kata Indra, meski tingkat inflasi tinggi, pemerintah harus turun tangan agar masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok.
“Jangan sampai barang ada, tapi tidak ada uang. Tentu ini perlu kita pikirkan bersama, agar daya beli masyarakat tetap ada, di satu sisi harga barang masih bisa dijangkau,” tukasnya.
Selebihnya Ia berharap, Bagian Ekonomi bersama tim inflasi daerah untuk memonitor terus perkembangan pasar, agar inflasi dapat dikendalikan. (RG-56)











