GORONTALO (RAGORO) – Meskipun RH tak lagi menjabat sebagai Gubernur, tetapi sebagai politisi, dia sangat disegani dalam arena politik. Tak berlebihan jika tokoh yang satu ini dijuluki gladiator politik. Semua partai mengakui kalau RH adalah seorang yang berani habis-habisan dalam pertarungan. Bahkan dibawah tekanan pun dia mampu bertarung dengan hebat. Sejumlah tokoh politik mengatakan pada Pilgub nanti RH akan bertarung bebas tanpa beban dan tekanan.
Beda dengan pertarungannya, baik itu di Pilgub lalu maupun di Pileg 2019, dimana dia menghadapi tekanan-tekanan hukum yang sangat berat, tetapi alhamdulillah semua persoalan hukum, seperti kasus GORR bisa dianggap sudah selesai dan kerugian negara ternyata yang digembar-gemborkan lebih kurang Rp 43 M ternyata hanya sekitar Rp53 juta. Dengan berakhirnya kasus GORR bagi Rusli Habibie sama seperti habis gelap terbitlah terang. Jadi meski nanti dia bukan lagi penguasa di Gorontalo, bukan berarti dia sudah kehilangan kesaktiannya.
Rusli tetap akan garang demikian pula dengan kader-kader Golkar yang akan bertarung di Pileg maupun di Pilkada. Setidaknya Golkar masih punya tokoh-tokoh sekelas Roem Kono, Tonny Uloli, Marten Taha, Syarief Mbuinga. Paris Jusuf, Thomas Mopili, Fikram Salilama, Suharsi Igirisa, Hendra Hemeto. Para Jenderal perang ini merupakan kekuatan Golkar. Karena itu pada Pileg nanti partai yang satu ini masih menjadi pemimpin di Gorontalo. (awal-46)











