KAMPUS (RAGORO) – Sanggar Seni Abdi Budaya (SSAB) Universitas Gorontalo (UG), Rabu kemarin (10/11), turut memeriahkan peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2021, di depan kampus UG. Kegiatan ini direfleksikan secara unik dan kreatif oleh Sanggar Seni Abdi Budaya yang dikemas dalam satu panggung teatrikal, orasi, musikalisasi puisi hingga sajak berantai angkata gagap karya WS. Rendra.
Sanggar Seni Abdi Budaya UG adalah sebuah lembaga pengembangan profesi di bidang kesenian yang bekerjasama dengan organisasi intra kampus, yakni Pergerakan Mahaiswa Islam Indonesia (PMII), yang diketuai oleh Ismet Hippy.
Saat dikofirmasi, Pesan Ketua Umum SSAB UG, Ismet Hippy dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini ialah adanya degradasi nasionalisme yang dirasakan terutama pada generasi muda. “Generasi muda saat ini sudah makin tidak menghayati makna dari hari pahlawan,” ungkapnya.
Peringatan Hari Pahlawan pun, kata Ismet, jangan hanya menjadi seremonial belaka. “Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremonial belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan ini,” terangnya.
Baginya, akan sangat ironi bila memperingati Hari Pahlawan sebatas pada seremonial saja, tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai generasi muda, kita harus mampu memberi makna baru atas tonggak bersejarah kepahlawanan dengan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman,” tambahnya menjelaskan.
Sesuai pantauan awak media, karya-karya yang ditampilkan Sanggar Seni Abdi Budaya UG lebih kepada kritik soal degradasi dan kedzoliman para penguasa yang tidak menghargai jasa-jasa para pahlawan, seperti pejabat korupsi dan lain sebagainya. “Semoga pemuda-pemudi kitai tidak akan menjadi angkatan gagap yang diperanakan oleh angkatan takabur dan kurangajar seperti dalam sajak WS. Rendra,” pungkasnya. (rg-63/HMS)











