GORUT (RAGORO) – Keberadaan Brigade Alsintan (Alat Mesin Pertanian) yang ada di setiap kecamatan, tidak hanya sekadar membantu petani dalam menggarap lahan pertanian.
Namun, lebih dari itu, Brigade Alsintan merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Pemkab Gorut, Kisman Kuka mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan penataan pengelolaan terhadap Brigade Alsintan yang ada di setiap kecamatan.
Sebagaimana dijelaskan Kisman, setelah belum lama ini ditemui beberapa awak media di ruang kerjanya. “Kita mendata setiap Alsintan yang dikelola oleh Brigade yang ada di setiap kecamatan,” ungkap Kisman.
Tentu lanjut Kisman, pendataan dan penataan tersebut tidak terlepas dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus disetorkan dari pengelolaan Alsintan tersebut.
“Karena memang salah satu sumber PAD itu dari pengelolaan Alsintan yang dikelola Brigade,” terang Mantan Camat Monano itu. Ia mengaku, selama ini, setoran dari pengelolaan Alsintan oleh Brigade, itu sangat memprihatinkan.
Oleh karena itu, saat ini, pihaknya mulai melakukan terobosan dengan mendata kembali Alsintan yang ada. “Semua kita lakukan secara bertahap, agar sumber PAD dari Alsintan ini masuk ke kas daerah,” ujarnya.
Memang tidak mudah kata Kisman, untuk kembali menata Brigade Alsintan yang sudah tak terkelola maksimal. Namun, karena itu demi daerah, maka pihaknya wajib melaksanakan.
“Sudah ada beberapa yang kita data dan kita alihkan operatornya, karena selama ini mereka tidak menyetor padahal keterangan dari para petani, setiap kali pemakaian mereka mengeluarkan biaya untuk membayar.
Namun pada kenyataannya dari hasil pembayaran para petani tersebut, tidak ada yang masuk ke kas,” beber Kisman. (RG-56)











