GOW Kota, Bentuk Srikandi Pelopor Lingkungan

442
ADV
10
Ketua TP PKK Kota Jusmiaty Taha saat merayakan Hari Ibu Ke-93 Tingkat Kota Gorontalo, Selasa (21/12, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Kota Gorontalo bentuk srikandi pelopor lingkungan hidup.

Organisasi pelopor lingkungan hidup merupakan kolaborasi bersama program Pemerintah Kota Gorontalo yang digagas oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Lingkungan Hidup dinas DPBP3A Kota Gorontalo, selaku tim pembina adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Gorontalo Jusmitay Taha Kiayi Demak.

Pembentukan srikandi pelopor lingkungan hidup tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu Ke-93 Tingkat Kota Gorontalo tahun 2021, Selasa (21/12/21) kemarin.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Gorontalo Jusmiaty Taha Kiayi Demak bersama tim GOW Kota Gorontalo melakukan berbagai kegiatan yang diawali dengan kegiatan ziarah dan taburan bunga ditaman makan pahlawan (Pentadio Telaga) pada tanggal 17 desember 2021 yang dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih sungai di Kota Gorontalo.

Walikota Gorontalo Marten A. Taha sangat mengsuppor dan mendukung apa yang menjadi program para srikandi pelopor dalam menangani masalah lingkungan hidup di Kota Gorontalo.

Menurutnya, dengan adanya organisasi para srikandi lingkungan hidup ini kata Marten, maka mereka akan bergerak disektor lingkungan hidup seperti menangani masalah sampah, kebersihan lingkungan serta penanaman pohon dan lain sebagainya.

“Saya kira ini adalah suatu hal yang sangatlah menguntungkan bagi kita semua, bukan saja Pemerintah akan tetapi juga bagi masyarakat dikarenakan permasahalan kebersihan akan tertangani oleh ibu-ibu, “ujar Marten saat menghadiri kegiatan tersebut.

Demikian halnya juga terkait dengan restorasi sungai yang berada di Kota Gorontalo. Marten mengungkapkan, restorasi sungai, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masyarakat sekitar sungai sangatlah penting.

Pertama terkaut dengan layanan air dan sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia di era modern. Apalagi masih ada rumah tangga yang belum memiliki akses air bersih dan sanitasi yang sehat.

“Disini srikandi sungai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mempercepat pengurustamaan gender di sektor lingkungan, “ujarnya.

Olehnya, melalui srikandi sungai para Ibu-Ibu bisa lebih peduli dengan kondisi lingkungan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah aliran sungai tersebut.

Manurutnya, masyarakat yang membuang sampah justru kebanyakan adalah Ibu-ibu. Olehnya itu, kata Marten, dibutuhkan kepedulian bersama dari masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah disepanjang daerah aliran sungai tersebut.

“Saya berharap, dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan hari ini agar di ikuti dengan sebaik baiknya, sehingga beroleh hasil sesuai yang diharapkan yang nantinya akan menjadi contoh bagi masyarakat umum lainnya, “tutupnya.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *