Diklat Peningkatan Kapasitas PAUD HI Digelar

643
ADV
10
Diklat Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Intergratif (PAUDHI) di satuan Paud. (Foto:dok)

KABGOR – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Intergratif (PAUDHI) di satuan Paud, dirangkaikan dengan Louncing Penyelenggaran PAUD Holistik Intergratif (HI) di Satuan Paud Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo dibuka langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Senin (20/12) tampak hadir Ketua TP PKK Prof Fory Naway, Pimpinan OPD terkait.

Pada kesempatan itu Bupati Nelson mengatakan Pemkab Gorontalo terus mendorong peningkatan Standar pendidikan untuk para tenaga pengajar khususnya di tingkat TK dan PAUD.

Hal ini dimaksudkan agar para guru di daerah itu kedepannya tak ada lagi yang hanya berpendidikan setara SLTA, melainkan berijazah strata satu (S1).

Untuk membangun kualitas pendidikan bermutu, harus dimulai dengan penyediaan tenaga pengajar yang berkualitas, kemudian disusul perbaikan berbagai infrastruktur.

Upaya peningkatan mutu pengajar dengan menyediakan biaya beasiswa para guru-guru untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

“Kami juga telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, yakni UNG. Makanya bagi Dikbid beasiswa bagi guru-guru sangat penting sekali direalisasikan,” ujar Bupati Nelson.

Capaian kabupaten Gorontalo secara keseluruhan dari segi pendidikan terbilang cukup rendah. Sebut saja lama belajar masyarakat yang rata-rata 60%nya masih berpendidikan SD.

Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih serius membangun iklim pendidikan di Kabupaten Gorontalo agar lebih baik yang dimulai dari TK, SD maupun PAUD.

Jadi harus ditata dengan baik dari paud dan TK dan Alhamdulillah semejak menjabat Bupati pertama melakukan tata kelembagaan banyak TK yang sudah negeri.

Kemudian di tingkat paud sudah disendirikan dengan pendidikan masyarakat agar benar-benar fokus pada tugasnya masing-masing.

“Saya berharap yang paling penting dari seluruh program adalah tindakan nyata, bukan hanya sekedar melaksanakan pelatihan namun aksi-aksi nyatanya nihil, bukan pelatihan tapi kerjanya.

Sebab di periode kedua ini waktu saya bekerja tadinya lima tahun sekarang tinggal 4 tahun dan kami sudah janji kepada rakyat dua kali lebih baik,” tutur Nelson.

Sementara itu Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zubair Pomalingo mengatakan, layanan yang paling esensial. Yaitu pendidikan kesehatan gizi perlindungan dan kesejahteraan hal ini penting dalam rangka pembangunan anak usia dini diawali dengan penguatan komitmen kerjasama antar lembaga instansi yang terkait.

“Diklat hari ini diajukan selama tiga tahap untuk meningkatkan pemahaman pendidikan paud terhadap konsep paud holistik integratif, serta meningkatkan kompetensi dalam meningkatkan paud holistik integratif.

Ketiga meningkatkan sinergi dan kerjasama antara paud dan lintas OPD terlebih perlindungan anak juga bunda paud.” pungkasnya. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *