Penentuan AKD DPRD Alot, Hujan Interupsi, Pimpinan DPRD Harus Skorsing Rapat

530
ADV
10
Syam T Ase

DEKAB – Alat kelengkapan DPRD dilakukan penyesuaian setelah bubarnya fraksi HanGer (Hanura-Gerinda) DPRD Kabupaten Gorontalo.

Tiga anggota fraksi itu terpaksa berpisah, setelah 1 Aleg Gerindra Anton Ahmad keluar dari fraksi yang sudah hampir ada 2 tahunan itu bersama.

Untuk itu, penyesuaian itu memaksa pimpinan DPRD dan seluruh anggota DPRD rembuk dalam rapat. Hujan interupsi pun bersahut-sahutan. Demokrat dan PKS memiliki pandangan masing-masing. PKS yang menjadi tempat Gerindra bergabung, berbeda pandangan dengan demokrat yang dipilih Hanura untuk merapat kepartai mercy biru tersebut. Sejatinya dialat kelengkapan lainnya aman. Namun untuk mengisi komposisi 17 anggota banggar. Disinilah terjadi perdebatan.

Ketua DPRD Syam T Ase akan hal ini mengatakan, dengan pisahnya fraksi partai Demokrat dengan partai Gerindra maka mereka harus segera bsrgabung dalam satu fraksi DPR, dimana Partai Gerindra bergabung dengan PKS sementara partai Hanura bergabung ke Demokrat.

Hal ini akan berpengaruh terhadap komposisi alat kelengkapan dewan. ” Alat kelengkapan yang lain tidak ada masalah, tapi ada salah satu banggar ada perdebatan. Karena ada perbedaan antara Demokrat dan PKS yang sama sama menghendaki satu kursi itu,” ujarnya.

Tadinya itu milik gabungan karena hilang maka itu harus diisi. Demokrat minta agar mereka yang mengisi lagi. Karena mereka saat ini posisi sudah dua kursi, sementara PKS yang hanya satu kursi mereka juga meminta kiranya mereka yang mengisi.

Karena ada perbedaan dua fraksi ini maka saya harus meminta persetujuan persetujuan dari keempat fraksi yaitu meminta untuk segera disahkan saja. Sementara tiga fraksi meminta penundaan untuk memberikan kesempatan musyawarah. ” Tapi sepertinya keputusan final akan jatuh ke PKS sesuai permintaan pimpinan fraksi-fraksi,” tutup Syam. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *