KABGOR – Ikuti Rapat Forkopimda Provinsi, Wakil Bupati Gorontalo Hendra Hemeto melaporkan segala perkembangan pandemi Covid-19 didaerah.
” Kami melalui kesempatan ini mengawali pernyataan kami tentang penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Gorontalo.” Ujar Wabup.
Wabup juga mengucapkan Terimakasih kepada jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta kabupaten/kota, para relawan yang telah memberikan bantuan dan penanganan peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Gorontalo. Yang itu mengcover 9 kecamatan dan 33 desa/kelurahan serta kurang lebih ada 30 ribu jiwa.
” Kami menyampaikan hal yang terkait dengan penanganan Covid-19 sebagaimana tadi yang telah disampaikan oleh juru bicara Satgas Covid-19.” Papar Wabup.
Semua data pun kata Wabup disampaikan sesungguhnya sudah relevan dengan apa yang sudah kami laksanakan selama ini dan tentunya penguatan kami terhadap penanganan vaksinasi menjadi hal yang urgen.
” Pak gubernur juga sudah memberi penegasan bagaimana agar kegiatan vaksinasi itu betul-betul kita optimalkan sampai dengan berbasis masyarakat di desa dan kelurahan.” Ujarnya.
Kami menyampaikan bahwa para relawan kita termasuk para Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dibawah koordinasi pak kapolres, juga kejaksaaan, pemerintah kecamatan, dan Desa/kelurahan. Sampai hari ini terus mengoptimalkan dan mengsinergikan kegiatan kegiatan vaksinasi di semua lini dan itu sampai hari ini, data yang ada juga sebagaimana disampaikan, untuk siswa kita sudah 69 persen, sebagai bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar dan tatap muka itu tetap berbasis protokol kesehatan kegiatan evaluasi terus dilakukan oleh jajaran dinas pendidikan termasuk TNI Polri untuk memastikan bahwa, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tetapi juga tetap dalam standar protokol kesehatan.
Kalau kemudian di sekolah itu ada yang terpapar maka sesuai dengan rapat Forkopimda Kabupaten Gorontalo, sekolah itu kita tutup dan kemudian siswa yang terpapar itu kita lakukan penanganan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Gorontalo.
Kemudian untuk kegiatan di desa dan kelurahan kami terus mengoptimalkan jadwal-jadwal yang dilaksanakan oleh desa dan kelurahan tidak hanya berbasis desa dan kelurahan tetapi juga berbasis dasa wisma.
Kami melihat kegengganan masyarakat untuk berkumpul pada saat vaksinasi itu diantisipasi dengan pelaksanaan vaksinasi berbasis dasa wisma sehingga setiap 10 orang di kelompok masyarakat itu didatangi langsung oleh petugas sehingga ini terjadi efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan itulah yang bisa melakukan percepatan kita dalam rangka penanganan dan hasilnya juga sebagaimana yang telah disampaikan ada kurang lebih sudah 60 persen dalam rangka vaksinasi ditingkat pelayanan publik dan yang sekarang kita genjot adalah dosis 2 untuk lansia. (RG.53)











