Empat Tim Lolos Semifinal Debat Ilmiah Unigo

81
ADV
10

Festival Ilmiah Mo’odelo Jadi Rangkaian Milad ke-25 Universitas Gorontalo

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Empat tim memastikan langkah ke babak semifinal lomba debat ilmiah dalam Festival Ilmiah Mo’odelo Universitas Gorontalo (Unigo), yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026).

Keempat tim berasal dari mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Lomba debat ilmiah merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan milad ke-25 Unigo.

Lomba tersebut dibuka Wakil Rektor III Unigo Dr. Ramdan Kasim, SH.,MH. Dirinya meminta setiap tampil percaya diri dan penuh motivasi dengan menunjukkan kemampuan berpikir kritis.

Ramdan juga mengingatkan panitia untuk mengelola pelaksanaan lomba ini dengan fair dan penuh tanggung jawab.

“Harapannya lomba semacam ini menjadi wadah asah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Sehingga budaya akademik terbangun dengan baik di lingkungan kampus Unigo,” ujarnya.

Selain debat, panitia juga menggelar lomba orasi ilmiah berbahasa Inggris dan lomba karya tulis ilmiah.

Penanggung Jawab Festival Ilmiah Mo’odelo, Dian Puspaningrum, S.Hut.,M.Hut mengatakan kompetisi debat menggunakan format Parliamentary Asia dengan sistem chamber.

Setiap tim mendapat dua kesempatan tampil, masing-masing sebagai pihak pemerintah (government) dan oposisi (opposition).

“Penentuan tim yang lolos dilakukan berdasarkan akumulasi nilai dari dua penampilan. Tim dengan skor tertinggi berhak melaju ke babak semifinal,” kata Dian.

Debat menghadirkan 3 juri, yakni, Dr. Bachtiar, Dr. Abdul Wahab Podungge dan Silvana Hasan, MA. Sementara tim setiap fakultas didampingi perwakilan dosen masing-masing.

Debat dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14-15 Juli 2026. Panitia mengangkat tiga tema Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), yakni pengentasan kemiskinan (no poverty), pendidikan berkualitas (quality education), dan kemitraan untuk mencapai tujuan (partnership for the goals).

Menurut Dian, tema tersebut dipilih untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi berbasis data, serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan yang menjadi perhatian global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *