Aleg Dapil Bonbol Yeyen Sidiki Tutup Reses Dengan Dialog Bersama Warga Desa Duano

26
ADV
10
Suasana reses hari terakhir Yeyen Sidiki di Desa Duano. (Foto : Humas Deprov)


GORONTALO (RGNEWS.COM) – Hari terakhir kegiatan reses masa persidangan tahun 2025 – 2026, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Sidiki, mengunjugi Desa Duano, Kecamatan Suwawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat, pemerintah desa, serta mitra kerja pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Yeyen Sidiki menghadirkan Kepala Cabang Jasa Raharja Gorontalo, Theodorus Victor Seran, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait peran dan fungsi Jasa Raharja sebagai perlindungan dasar negara bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum.

Yeyen memberi apresiasi atas kehadiran Jasa Raharja di tengah masyarakat Desa Duano. Menurutnya, edukasi tersebut penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh hak dan manfaat perlindungan dari negara melalui Jasa Raharja.

Ia menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan mendalam. “Saya tidak mau reses hanya datang, konsumsi, lalu selesai. Waktu ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, masyarakat Desa Duano menyampaikan sejumlah aspirasi utama, di antaranya bantuan UMKM, rumah layak huni, serta pemasangan listrik bagi warga kurang mampu. Yeyen menyoroti bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat. “Efisiensi jangan dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa-apa. Pemerintah harus tetap hadir dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Duano yang disampaikan oleh Kepala Dusun Rahmat Unggo mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran berdampak signifikan di tingkat desa. Jumlah penerima BLT Desa yang sebelumnya 36 orang kini berkurang menjadi 12 orang, sementara Dana Desa tersisa sekitar Rp200 juta untuk seluruh kebutuhan desa.

“Yang tereliminasi justru masyarakat yang benar-benar miskin. Karena itu kami berharap adanya bantuan pangan atau sembako melalui aspirasi Ibu Yeyen agar masyarakat rentan tetap terlindungi,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah desa juga menyampaikan masih terdapat sekitar 10 rumah tangga miskin yang belum menikmati sambungan listrik PLN. Sebagian warga terpaksa menumpang listrik dari tetangga karena keterbatasan kuota pemasangan listrik.

Aspirasi lainnya mencakup kebutuhan modal usaha UMKM akibat kenaikan harga bahan pokok serta program rumah layak huni, mengingat masih banyak warga yang belum memiliki rumah sendiri dan harus tinggal menumpang.

Terkait hal itu, Srikandi Partai Golkar ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Duano agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pemerintah daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *