Reformasi SDM Jadi Taruhan Unigo

41
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Universitas Gorontalo (Unigo) menempatkan reformasi sumber daya manusia (SDM) sebagai agenda kunci dalam memperkuat tata kelola dan daya saing institusi.

Kebijakan ini menjadi penanda arah kepemimpinan kampus yang menempatkan kualitas dosen dan profesionalisme pengelolaan sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.

Wakil Rektor II Unigo Bidang Keuangan, Umum, dan Kepegawaian, Dr. Moh. Afan Suyanto, S.E., M.M., mengatakan pengelolaan keuangan, kepegawaian, dan layanan umum merupakan tiga pilar strategis yang menentukan keberlanjutan Universitas Gorontalo.

“Kepegawaian adalah aset besar Universitas. Jika SDM tidak diperkuat, maka sulit berharap kampus bergerak lebih maju dan kompetitif,” kata Afan.

Ia menegaskan, reformasi SDM diarahkan pada penguatan kapasitas dosen melalui dorongan studi lanjut, peningkatan kompetensi, serta pengembangan karier akademik.

Langkah ini, menurut Afan, menjadi prasyarat penting bagi Universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan publik.

“Pengembangan dosen adalah isu sentral. Di situlah kualitas akademik dan reputasi Universitas ditentukan,” ujarnya.

Di sektor keuangan, Afan mengakui, ketergantungan Universitas terhadap pendapatan mahasiswa masih cukup tinggi.

Namun, ia menilai kondisi tersebut justru menegaskan pentingnya investasi serius pada kualitas dosen sebagai sumber nilai tambah institusi.

“Saat ini pendapatan utama masih dari mahasiswa. Ke depan, kompetensi dosen harus mampu menjadi sumber penguatan institusi,” katanya.

Penguatan SDM, lanjut Afan, diharapkan membuka peluang pengembangan kerja sama, riset terapan, hingga layanan keilmuan yang berdampak langsung pada kemandirian keuangan kampus.

Selain itu, sektor umum yang menopang operasional kampus juga disebut sebagai faktor penentu kesiapan Universitas dalam menjalankan seluruh agenda akademik dan nonakademik.

“Sektor umum adalah dapur Universitas. Kesiapan operasional menentukan apakah kebijakan akademik bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Afan menegaskan, reformasi di tiga sektor strategis tersebut sekaligus menjadi pesan kepada masyarakat bahwa Universitas Gorontalo terus berbenah menghadapi tantangan pendidikan tinggi.

Ia menyebut, penguatan tata kelola dan kualitas SDM merupakan komitmen institusi dalam menyiapkan lingkungan akademik yang kompetitif bagi mahasiswa.

“Kami ingin memastikan mahasiswa belajar di kampus yang dikelola secara profesional dan berorientasi mutu,” kata Afan.

Menurut Afan, langkah reformasi ini sejalan dengan upaya Universitas Gorontalo membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi calon mahasiswa baru, sekaligus memperkuat posisi Unigo sebagai pilihan strategis pendidikan di kawasan Teluk Tomini dan Indonesia Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *