Keharuan Bupati Thariq di HUT ke- 77 Kemerdekaan RI

451
ADV
10
Bupati Gorut, Thariq Modanggu didampingi Ketua TP-PKK Gorut, Ny Mariyati Modanggu Mohamad, kemudian Ketua DPRD Gorut, Deisy Sandra Maryana Datau saat berpose dengan tim humas dan unsur pewarta di Kabupaten Gorut. (Foto : hms_kominfogorut)
GORUT (RAGORO) – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 77 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) di Kecamatan Gentuma Raya, Rabu (17/8) kemarin, begitu membekas di hati Bupati Gorut, Thariq Modanggu.
Ia mengaku bangga dan terharu bisa berdiri di podium sebagai seorang inspektur upacara di detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 77.
“Ada dua keharuan saya pada kesempatan ini. Karena detik-detik proklamasi yang mengorbankan begitu banyak nyawa. Pengorbanan para pahlawan alhamdulillah bisa kita nikmati hingga saat ini. Itu satu,” ungkap Thariq di hadapan awak media ketika diwawancarai usai upacara pengibaran sang merah putih.
Kedua, tujuan dirinya menghadirkan upacara 17 Agustus di tengah-tengah rakyat, terbukti.
“Artinya, selama ini di Blok Plan (kompleks perkantoran pemerintahan Kabupaten Gorut), biasanya yang hadir hanya peserta upacara. Tapi, di sini, saya lihat sisi kiri, kanan dan depan begitu membludak masyarakat. Ini satu keharuan,” imbuhnya.
Satu lagi keharuan yang dirasakan orang nomor satu di Kabupaten Gorut kala perdana  inspektur upacara (irup) HUT Kemerdekaan RI sebagai seorang kepala daerah.
“Ada keharuan dan juga rasa sedih terhadap satu insiden. Tapi, saya kira itu bukan sesuatu yang disengaja, itu bukan kesalahan, itu sesuatu yang secara alamiah dialami oleh salah satu pengibar bendera pusaka,” ujarnya.
“Tapi alhamdulillah pengibaran bendera bisa berlangsung secara khidmat dan seluruh prosesi sesuai dengan protap yang sudah di tetapkan. Itu keharuan saya,” tandas Thariq. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *