GORONTALO (RGNEWS.COM) – Jelang berakhirnya kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2025 – 2026, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Yeyen Sidiki, menemui warga Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus penguatan dukungan sektor pertanian di wilayah setempat.
Kepala Desa Bunuo, Dahlan Suleman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat, khususnya terkait perbaikan infrastruktur desa. Ia menekankan pentingnya peningkatan jalan tani dan akses lima jalan tani, termasuk peningkatan jalan tani Bendula, serta perbaikan jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju kawasan Bendula.
“Kami sangat berharap perhatian dari Ibu Yeyen, karena masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Sementara dari sisi Pemerintah Desa, ruang pembangunan saat ini sangat terbatas, sebab Dana Desa sebagian besar dialihkan untuk pelayanan masyarakat, kegiatan keagamaan, serta sosial dan budaya,” ujar Dahlan.
Ia berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan di tingkat provinsi. Selain menyerap aspirasi masyarakat, reses tersebut juga menghadirkan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Aleg tiga periode Yeyen Sidiki dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani. Ia menyampaikan bahwa pada periode-periode sebelumnya, dirinya telah memperjuangkan berbagai program, mulai dari bantuan sarana, dukungan rumah ibadah, hingga beasiswa.
“Meskipun saat ini saya berada di Komisi Hukum dan Pemerintahan, perhatian saya kepada petani tetap sama. Berdasarkan laporan penyuluh, wilayah Desa Bunuo dan sekitarnya didominasi oleh masyarakat petani,” ujar Yeyen.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kegiatan tersebut telah disalurkan bantuan benih kepada 18 orang petani, dengan total luasan 18 hektare, masing-masing satu hektare per orang, melalui kelompok tani perkebunan yang telah terdata.
Yeyen juga menegaskan bahwa benih yang disalurkan merupakan benih sumber, yang diharapkan dapat dikembangkan kembali sehingga ke depan wilayah ini bisa menjadi sentra benih. Menurut Yeyen, pertemuan reses ini tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga untuk menghimpun aspirasi, termasuk terkait jalan usaha tani, sarana pertanian, dan kebutuhan pendukung lainnya.
“Saya tidak ingin datang hanya membawa janji. Bahkan sebelum reses ini dilaksanakan, bantuan sudah mulai disalurkan dan bisa dilihat langsung hari ini,” tegasnya. ***











