GORUT (RGNEWS.COM) – Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjana Yusuf menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) di daerahnya.
Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak akan tercapai jika ASN bekerja tanpa profesionalisme dan inisiatif.
“Daerah tidak akan maju kalau ASN-nya pasif. Komitmen kepala daerah saja tidak cukup,” ujar Wakil Bupati saat meninjau Ujian Pemetaan Potensi dan Kompetensi ASN, Selasa (18/11).
Wabup menyebut pemetaan potensi melalui ujian kompetensi ini menjadi “alarm awal” untuk menilai sejauh mana mutu birokrasi daerah.
Ia menekankan, Profiling ASN bukan sekadar asesmen rutin, tetapi instrumen untuk memisahkan pegawai berkompetensi dari yang hanya menggugurkan tugas.
“Ini langkah awal membersihkan pola kerja lama. Kita butuh ASN yang bergerak, bukan menunggu,” katanya.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses asesmen berjalan objektif dan terukur.
Menurut Wabup, hasil pemetaan akan menjadi pijakan penempatan, rotasi, dan promosi pegawai secara lebih ketat.
Ia menegaskan, era penempatan jabatan berdasarkan kedekatan atau senioritas harus berakhir.
“Kalau ASN tidak kompeten, pelayanan pasti lemah. Tidak ada alasan lagi untuk bertahan dengan pola lama,” ujarnya.
Ujian kompetensi diikuti ASN lintas perangkat daerah. Pemerintah menargetkan data Profiling ASN menjadi acuan dalam pembangunan manajemen talenta yang lebih disiplin dan berbasis merit di Gorontalo Utara.
“Reformasi birokrasi tidak akan jalan kalau sumber dayanya sendiri tidak mau berubah,” kata Wabup. (*)











