Kemajuan Desa di Gorut Harusnya Berkontribusi Tingkatkan Kapasitas Fiskal

485
ADV
10
Suasana launching Indeks Desa Membangun (IDM) tingkat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Selasa (21/6) kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Memang capaian peningkatan status desa di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) begitu signifikan dalam 2 tahun terakhir dan hal itu patut diapresiasi.

Saat ini saja sudah ada 12 desa yang masuk kategori desa mandiri dari sebelumnya di tahun 2021 baru 2 desa.

Namun demikian, terkait dengan capaian tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu memberikan catatan yang kemudian perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, perlu ada kajian bahwa peningkatan jumlah desa maju dan mandiri itu berbanding terbalik dengan tingkat kemiskinan.

“Kenapa, karena tiga komposit yang dinilai, sosial, ekonomi dan ekologi, sebenarnya itu adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan,” jelasnya.

Artinya, semakin meningkat jumlah desa berkembang, maju dan mandiri, mestinya semakin turun juga kemiskinan di desa-desa yang dimaksud.

“Makanya, harus ada analisis ke situ, supaya kita bisa masuk kepada SDGs desa, yaitu, desa tanpa kemiskinan,” ujarnya.

“Sebab, kalau tidak menghubungkan antara IDM dan SDGs desa, itu berarti bahwa kekhawatiran pihak DPRD Gorut, itu bisa terbukti,” tambahnya.

Sehingga lanjut Thariq, mestinya penurunan jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) tidak perlu dikhawatirkan, khususnya oleh desa-desa yang sudah maju dan mandiri.

“Karena kalau ada desa maju dan mandiri harusnya daya beli masyarakat meningkat. Dan mestinya pendapatan asli desa juga meningkat. Artinya, DAU turun tapi kapasitas fiskal harus meningkat,” terangnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *