Plt Bupati Gorut Kaget Masih Banyak Pegawai Belum Divaksin Dosis 2 dan Booster

485
ADV
10
Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu didampingi Sekda Gorut, Suleman Lakoro dan Camat Sumalata, Osna Haluti saat silaturrahmi sekaligus memberikan pembinaan kepada ASN, perangkat desa dan PTT di wilayah Kecamatan Sumalata, belum lama ini. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu mengaku kaget setelah mendapat informasi bahwa ternyata masih cukup banyak pegawai, baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) yang hingga saat ini belum melanjutkan vaksinasi untuk dosis 2 dan 3 atau booster.

Thariq merespon hal ini dengan segera menyiapkan langkah strategis. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dirinya menginstruksikan agar pegawai, khususnya di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum divaksin dosis 2 untuk segera divaksinasi.

Dan atas instruksi itu, dijadwalkan, Senin (18/4) hari ini, akan dibuka gerai vaksinasi di aula gerbang emas Kantor Bupati Gorut. “Saya sudah minta agar melalui pimpinan OPD masing-masing untuk menyiapkan data pegawai yang belum divaksin,” kata Thariq di sela-sela kegiatan pembinaan ASN, PTT dan perangkat desa se- Kecamatan Sumalata, Jumat (15/4) pekan lalu.

“Data sementara yang saya pegang ada 180 PNS dan 353 PTT yang belum vaksin dosis 2,” ungkapnya. Makanya melalui Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro, Plt Bupati Gorut itu meminta untuk menggalakkan vaksinasi di lingkungan Pemkab Gorut.

“Saya minta setiap pegawai diperiksa lewat KTP diaplikasi peduli lindungi, agar benar-benar diketahui, bahwa mereka sudah divaksin atau belum,” tukasnya. Tidak hanya bagi pegawai di lingkungan Pemkab Gorut, Thariq juga meminta seluruh pegawai di tingkat kecamatan, bahkan tingkat desa yang belum untuk segera melakukan vaksinasi.

“Dari data yang ada, masih ada sebagian perangkat desa yang belum divaksin untuk dosis 2, apalagi booster. Padahal, kita sebagai bagian dari pemerintah harusnya menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa vaksin itu aman dan halal,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap kepala desa untuk senantiasa mengimbau aparat dan masyarakat yang ada di desa untuk sama-sama mensukseskan program pemerintah ini. “Karena bagaimana pun dengan divaksinasi lengkap, maka kita akan lebih mudah terhindar dari virus Corona, herd immunity kita sudah kuat. Di satu sisi, aktivitas kita juga secara perlahan akan kembali ke kehidupan normal. Dan itu akan terwujud kalau kita semua telah divaksin,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *