264 Aftershock Tercatat Pascagempa Mindanao

32
ADV
10

BMKG Imbau Masyarakat Ikuti Informasi Resmi dan Tidak Panik

GORONTALO (RGNEWS.COM) – Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada 8 Juni 2026 masih terus berlangsung.

Hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 264 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,7.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Dr. Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si., mengatakan aktivitas gempa susulan tersebut masih menjadi perhatian BMKG karena berpotensi memicu guncangan di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa.

Menurut Andri, salah satu rangkaian gempa susulan terjadi pada Kamis pagi dengan magnitudo 5,5 di Laut Sulawesi, sekitar 141 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 35 kilometer dan merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan yang ditimbulkan,” ujarnya.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa dirasakan pada skala II MMI di wilayah Miangas dan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Pada intensitas tersebut, getaran hanya dirasakan sebagian orang dan belum menimbulkan dampak signifikan.

Andri mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi terkait aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami harus merujuk pada sumber resmi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya,” katanya.

BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas seismik di kawasan utara Sulawesi dan Filipina selatan.

Masyarakat juga diminta tetap waspada tanpa harus panik, mengingat gempa susulan masih mungkin terjadi sebagai bagian dari proses penyesuaian energi pascagempa utama.

Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk situs resmi, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi BMKG yang telah terverifikasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *