Tekankan Kualitas Program. Ketua PW Aisyiyah : Satu Program Lebih Baik Dari 10 Acara yang Berlalu Tanpa Bekas

56
ADV
10
Milad Aisyiyah Ke 109 tingkat Kota Gorontalo, yang digelar di Darrul Arqam Kota Gorontalo. (Foto : Istimewa)

GORONTALO (RGNEWS.COM) – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Gorontalo, menggelar Milad Aisyiyah ke 109 di Auditorium Masjid Darul Arqam Kota Gorontalo, Minggu (24/5/2026). Milad Asyiyah yang mengambil tema ‘Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian’, dihadiri tokoh Muhammadiyah dan kekuarga besar Aisyiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo, Ir Hasna Nikma Paneo, M.Si, dalam kesempatan itu menekankan bahwa milad bukan sekadar seremoni, tetapi momen berkumpul dengan hati yang ringan, wajah yang cerah, dan semangat yang utuh.

“Atas nama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo, perkenankan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Gorontalo. Di balik acara yang tampak rapi dan hangat seperti hari ini, ada kerja keras yang tidak sedikit. Ada ibu-ibu yang rela meninggalkan urusan rumah sejenak, ada yang datang ke tempat selepas mengurus anak dan keluarga, bahkan ada yang turun tangan langsung menata ruangan dan menyiapkan segala keperluan,” kata Nikma.

Diungkapkan, Tema Milad tahun ini begitu dalam maknanya. Dakwah kemanusiaan adalah ruh gerakan Aisyiyah sejak awal berdirinva. “Para pendahulu kita tidak berdakwah hanya dengan ceramah di atas mimbar. Mereka berdakwah dengan mendirikan sekolah, membuka layanan kesehatan, menyantuni anak yatim, dan memberdayakan perempuan yang dianggap lemah agar berdaya dan mandiri. Itulah dakwah yang menyentuh kehidupan, dakwah yang terasa, bukan hanya terdengar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua PW Aisyiyah menegaskan, Ditengah zaman yang kadang penuh perbedaan dan gesekan, tema perdamaian menjadi sangat relevan. Perdamaian tidak datang dengan sendirinya, ia harus dirawat. Ia dimulai dari hal-hal kecil dari rumah yang tenang, dari tetangga yang saling menghormati, dari tutur kata yang sejuk.

“Dan kita, para perempuan, punya kekuatan istimewa kekuatan untuk merawat, menyatukan, dan mendamaikan. Tangan seorang ibu yang mendidik anak dengan kasih hari ini, adalah tangan yang sedang membangun perdamaian untuk dua puluh tahun mendatang. Jangan pernah meremehkan peran itu,” ujarnya.

Diakhir penyampajan, Nikma mengajak seluruh keluarga besar Aisyiyah untuk merawat ukhuwah dan kekompakan, jadikan Aisyiyah rumah yang nyaman, tempat setiap kader merasa dihargai dan dirangkul. Ia juga meminta Aisyiyah mengutamakan kualitas, bukan sekadar banyaknya kegiatan. Satu program yang benar-benar mengubah hidup seorang ibu atau satu keluarga jauh lebih berharga, dari pada sepuluh acara yang berlalu tanpa bekas.

“Mari kita jaga nama baik Aisyiyah dengan akhlak, karena dakwah yang paling kuat adalah dakwah dengan teladan. Aisyiyah telah berdiri lebih dari satu abad merawat negeri, mendidik anak bangsa, dan mengangkat derajat perempuan. Kita adalah penerus dari perjalanan panjang yang mulia itu. Maka jangan pernah merasa kecil atau kurang berarti,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *