Operasi Pasar di Moluo, Suleman : Ketersediaan Stok Pangan Cukup hingga Ramadhan

554
ADV
10
Sekda Gorut, Suleman Lakoro didampingi OPD teknis bersama unsur Forkopimda saat melakukan operasi pasar di Pasar Mingguan Moluo, kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) melakukan operasi pasar di Pasar Mingguan Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Senin (28/3) kemarin.

Operasi pasar itu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Suleman Lakoro didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kabupaten Gorut, terdiri atas Kodim 1314/Gorut, Polres Gorut dan Kejari Gorut.

“Alhamdulillah kami tadi (kemarin, red) sudah melakukan operasi pasar bersama unsur forkopimda dan OPD teknis terkait.

Ini juga sudah dilaporkan ke gubernur tadi pada saat zoom meeting,” ungkap Suleman Lakoro ketika diwawancarai usai operasi pasar tersebut.

Ia menjelaskan, operasi pasar ini dimaksudkan dalam rangka untuk mengecek ketersediaan bahan pangan, terutama sembako, juga mengecek harga-harganya dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan.

“Alhamdulillah dari hasil operasi pasar tadi (kemarin, red), kami bisa simpulkan yang pertama, ketersediaan bahan pangan itu dari Bawang, Rica dan Tomat (Barito) dan bahan pangan lainnya cukup tersedia menjelang bulan suci Ramadhan,” imbuhnya.

Sementara terhadap harganya, diakui Suleman fluktuatif. Artinya, tidak stabil, karena naik turun.

Ia mencontohkan seperti halnya harga Bawang merah/putih yang sebelumnya harga per kilogram dijual sekitar Rp 40.000, setelah dicek tinggal Rp 35.000 per kilogram.

“Begitu juga dengan daging ayam dan daging sapi. Untuk daging sapi itu harganya stabil dikisaran Rp 130 ribu per kilogram,” tambahnya memaparkan.

Sehingga lanjut Suleman, disimpulkan bahwa pihaknya belum bisa mengambil tindakan terhadap pedagang yang menjual dagangannya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya minyak goreng.

“Karena kita masih menunggu dan melaporkan ini ke pemerintah provinsi, sehingga dengan kekurangan-kekurangan yang ada, pemerintah provinsi dapat membantu, misalnya membuka pasar murah terutama untuk minyak goreng,” terangnya.

Untuk minyak goreng, dikatakan Suleman harga jualnya memang sesuai HET yang ditetapkan oleh pemerintah, tapi para pedagang itu untuk mendapatkan minyak goreng harus berebutan.

“Artinya, mereka (pedagang) tidak sebebas dulu. Karena memang stoknya terbatas.

Alhamdulillah ini sudah bisa diatasi oleh pemerintah provinsi dengan memberikan jatah ke Kabupaten Gorontalo Utara itu sebanyak 125 ribu liter,” kata Suleman.

Di mana, dari jumlah tersebut, sebanyak 10.000 liter telah dibagikan Sabtu pekan lalu di Kecamatan Anggrek.

“Insya Allah dua hari ini, antara Rabu atau Kamis itu adalah lagi pasokan dari Sulsel dalam hal ini di Kabupaten Pasangkayu untuk memasok lagi sekitar 10.000 liter ke daerah Kwandang dan ini akan diberikan ke outlet yang telah ditentukan,” imbuhnya.

Dijelaskan Suleman, outlet-outlet itu nantinya yang akan menyiapkan minyak goreng curah tersebut untuk dibeli oleh para distributor yang nantinya akan kembali menjualnya di pasar-pasar.

“Nah, distributor-distributor ini bisa dimintakan KTP agar ketika mereka membeli minyak goreng di outlet, supaya ini bisa dilacak ketika misalnya di pasar harga minyak goreng dijual sesuai HET atau tidak dan siapa distributornya. Nah, bisa diketahui di situ.

Apabila harga jualnya melewati HET yang telah ditentukan, tentu akan diambil tindakan dari pemerintah,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *