Universitas Gorontalo

BEM UG Bedah Kebijakan Pemerintahan Jokowi

281
×

BEM UG Bedah Kebijakan Pemerintahan Jokowi

Sebarkan artikel ini

Dari RUU Penyiaran, PP TAPERA hingga Multifungsi ABRI

KAMPUS (RG.COM) – Sikap kritis tak harus selalu disuarakan lewat model parlemen jalanan, dengan cara diskusi juga bisa dilakukan.

Seperti yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gorontalo (BEM UG) yang menggelar dialog publik bertajuk “Bedah Kebijakan Publik: RUU Penyiaran, PP TAPERA, RUU Kepolisian, dan Perpres kaitan dengan Multifungsi ABRI”,Rabu (12/6) di Ruang Auditorium Universitas Gorontalo.

Presiden BEM UG Rahmat Alulu menjelaskan, dialog ini bertujuan untuk membahas dan mengkaji dua rancangan undang-undang (RUU) dan satu peraturan pemerintah (PP) dan satu Peraturan Presiden (Perpres) yang sedang hangat diperdebatkan di publik, yaitu RUU Penyiaran, RUU Kepolisian, PP TAPERA dan Perpres tentang Penugasan TNI Non-Militer kaitan dengan multifungsi ABRI.

Seperti diketahui RUU Penyiaran ini bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan penyiaran di Indonesia.

Namun, beberapa poin dalam RUU ini menuai kontroversi, seperti pasal terkait penyiaran asing dan pasal terkait penyiaran lokal.

Selanjutnya PP TAPERA. PP ini mewajibkan seluruh pekerja di Indonesia untuk mengikuti program Tapera yang tentu masih perlu kajian lebih lanjut untuk dilaksanakan.

Untuk RUU Kepolisian, ada beberapa poin dalam RUU ini menuai kritik, seperti pasal terkait kewenangan Polri dan pasal terkait penggunaan senjata api.

Begitu juga dengan kebijakan yang seakan menjadikan Multifungsi ABRI. Dimana, konsep yang membolehkan TNI untuk terlibat dalam kegiatan non-militer, seperti membantu tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan sebagaimana tertuang dalam Perpres 73 Tahun 2022 tentang Penugasan TNI Non-Militer.

“Kami berharap dari dialog publik ini, dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keempat kebijakan publik tersebut dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan,” tutur Presiden BEM UG Harun Alulu. (ind-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *