Provinsi

Rencana Pembangunan Islamik Center Gorontalo Terus Terkatung Katung

222
×

Rencana Pembangunan Islamik Center Gorontalo Terus Terkatung Katung

Sebarkan artikel ini
Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya saat menghadiri silaturahmi bersama DPRD Provinsi Gorontalo, Minggu (29/04/2024) kemarin. (photo kominfotik)

  • Editor   : Sahril Rasid
  • Penulis  : Sri Fatmawar Dama

GORONTALO (RG.COM)—Sampai dengan saat ini rencana pembangunan Islamik Center Gorontalo makin tidak jelas lokasi pembangunannya dan kapan akan dibangun.

Projek yang direncanakan sejak era gubernur Rusli Habibie ini masih berkutat pada lokasi pembangunan. Sebelumnya pembangunan islamik ini ditetapkan dibangun di Kota Gorontalo tepatnya di Kelurahan Moodu.

Tapi belakangan setelah Rusli Habibie tidak lagi menjabat gubernur, rencana lokasi berpindah ke kompoleks danau Linboto. Tapi sekali lagi persoalan muncul dengan personalan lingkungan.

Mulai dari belum adanya pertimbangan dari BMKG Geofisika terkait dengan isu ada patahan yang rentan dengan pembangunan gedung, hingga soal alih fungi kawasan Danau Limboto dari pertanian ke pekarangan.

Inilah yang menbuat rencana pembangunan islami center ini makin tekatung katung.

Bone Bolango, Kominfotik – Penjabat Gubernur Ismail Pakaya mengaku hingga saat ini belum bisa menentukan lokasi pembangunan masjid Islamic Center Gorontalo. Walaupun sebelumnya sudah pernah merencanakan di Danau Limboto, kini lokasinya masih perlu dipertimbangkan kembali.

“Yang jadi masalah adalah lokasinya akan kembali di mana? Apakah di Moodu atau di Danau Limboto ? Karena ada pertimbangan dari BMKG Geofisika di sana itu ada patahan yang masif. Tapi patahan ini detailnya  baru akan dilakukan penelitian tahun ini,” kata Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya saat menghadiri silaturahmi bersama DPRD Provinsi Gorontalo, Minggu (29/04/2024) kemarin.

Lebih lanjut ia  menambahkan, penelitian patahan secara mendetail ini akan dilakukan oleh perguruan tinggi seperti IPB dan perguruan tinggi lainnya.

Hal tersebut tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Olehnya, lokasi dan konstruksi bangunan diminta betul-betul diperhatikan.

“Jadi garis mana yang pas dengan patahan itu baru akan dilakukan penelitian dengan IPB dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Dan itu sampai di Gorut, karena ternyata ada satu patahan di depan Kwandang dan potensinya lumayan. Sehingga konstruksinya harus di bangun dengan baik agar tidak timbul korban gara-gara kita melakukan pembangunan di situ,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, status Perda Danau Limboto juga masih belum berubah.

 Saat ini Danau Limboto masuk dalam lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Artinya bidang lahan tersebut ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan agar menghasilkan kepentingan pangan pokok nasional, sehingga belum boleh dialihfungsikan.

“Kapan bisa berubah? Menunggu RTRW dulu. RTRW kita disahkan, baru kemudian Perda Kabupaten juga di juga disahkan. Dan ini bisa menunggu beberapa waktu sampai dengan ada kepastian bahwa di Talaga (Danau Limboto) itu bisa di bangun,” tutupnya******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *