Universitas Gorontalo

18 Mahasiswa UG Lolos Program MSIB Batch 6

168
×

18 Mahasiswa UG Lolos Program MSIB Batch 6

Sebarkan artikel ini

KAMPUS (RG.COM) – Sebanyak 18 mahasiswa Universitas Gorontalo (UG) berhasil lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 6 tahun 2024.

Program MSIB merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program ini menjadi persiapan karier yang komprehensif dan memberikan kesempatan bagi Mahasiswa untuk belajar di luar program studi dengan jaminan konversi SKS yang diakui perguruan tinggi.

19 mahasiswa yang lolos berasal dari hampir seluruh program studi di lingkungan UG.

Mereka berhasil lolos dari sebanyak 58 mahasiswa UG yang mendaftar program tersebut.

“Ini menjadi yang pertama bagi UG mengikuti Program MSIB, meski memang programnya sudah angkatan ke- 6,” ungkap Koordinator Program MSIB UG, Alexander Ruruh, S.Hut, M.Si.

Ia mengatakan, 18 mahasiswa yang lolos Program MSIB Batch 6 ini terbagi dua.

“Untuk magang sebanyak 14 mahasiswa, sedangkan 4 lainnya Studi Independen,” ungkap Alexander.

Dijelaskannya, 14 mahasiswa yang lolos magang menyebar di beberapa wilayah di Indonesia.

“Ada yang 3 orang di Gorontalo. Itu mungkin akan menyebar di taman nasional. Kemudian ada yang di Bali 1 orang, itu di PT AMATI Indonesia. Selanjutnya ada yang di Pulau Alor, NTT. Ada juga 2 orang di Sulawesi Tengah, PUPR Aceh 2 orang, PUPR Jambi, PUPR Makassar dan di Bappeda Provinsi Gorontalo,” imbuh pria yang kesehariannya menjabat Kaprodi Kehutanan.

Lanjut dijelaskannya, untuk studi independen, pada dasarnya seperti proses perkuliahan secara umum.

“Jadi, 4 mahasiswa yang lolos itu hanya akan mengikuti prosesnya secara daring. Nantinya ada mentor-mentor dari perusahaan yang akan memberikan materi terkait kinerja dari perusahaan tersebut. Jadi, mereka akan mengikuti studi independen dari kampus, dengan ketentuan tidak wajib mengikuti proses perkuliahan yang ada di kampus,” jelasnya.

Menurut Alexander, Program MSIB ini sangat menarik bagi mahasiswa reguler yang ingin merasakan kuliah sambil bekerja. Walaupun hanya selama kurang lebih 6 bulan atau 1 semester.

“MSIB ini semua biaya ditanggung Kemendikbudristek. Karena di samping transportasinya ditanggung Kemendikbudristek, ada juga biaya hidup dan biaya tambahan dari perusahaan. Jadi, memang difasilitasi semua. Dan khusus mereka yang di luar ada pendampingnya, nanti koordinator yang saling berkomunikasi dengan pendamping,” papar Alexander.

Dengan berhasil lolos pada Program MSIB ini, Alexander mengatakan 18 mahasiswa tersebut terbuka peluang bekerja di perusahaan-perusahaan atau instansi tempat magang dan studi independen.

“Karena ini program Kemendikbud dan perusahaan atau instansi adalah mitra, maka mereka (mahasiswa) yang magang dan studi independen, pastinya akan direkrut. Sehingga tergantung mahasiswa bersangkutan, mau atau tidak. Karena kan mereka dapat sertifikat setelah mengikuti Program MSIB ini, dan itu menjadi pegangan bagi mereka untuk kembali bekerja di perusahaan tempat mereka magang tersebut,” jelasnya.

Setelah dinyatakan lolos dan mengikuti tahapan selanjutnya, ke- 18 mahasiswa tersebut dijadwalkan akan diberangkatkan pihak kampus mulai tanggal 12 Februari 2024.

“Memang rencananya tanggal 12 itu ada pelepasan dari kampus. Dan Alhamdulillah pihak kampus akan memfasilitasi pengantaran di Bandara,” ujarnya.

Berikut daftar nama Mahasiswa Universitas Gorontalo lolos Program MSIB Batch 6.

MAGANG BERSERTIFIKAT :

  1. Hidayat, (Kehutanan), PT. Amati Indonesia, Wilayah Gorontalo.
  2. Rosdika Tomayahu, (Kehutanan), PT. Amati Indonesia, Wilayah Gorontalo.
  3. Fachrul A. Sanau, (Kehutanan), PT. Amati Indonesia, Wilayah Gorontalo.
  4. Abdul Afif Pakaya, (Kehutanan), PT. Amati Indonesia, Wilayah Gorontalo.
  5. Abdul Rahmat Kiayi, (Kehutanan), PT. AMATI Indonesia, Wilayah Sulteng.
  6. Imeld Rudolf VD Star, (Kehutanan), PT. AMATI Indonesia, Wilayah Sulteng.
  7. Moh Yasin Zees, (Kehutanan), PT. AMATI Indonesia, Wilayah Bali
  8. Fandi Meyer, (Perikanan dan Kelautan), PT. AMATI Indonesia, Wilayah Pulau Alor.
  9. Eski Khumairoh Pakili, (Akuntansi), BAPPEDA BONE BOLANGO
  10. Helmi S. Pariasi (Ilmu Administrasi Publik), PT. AMATI Indonesia, Wilayah Gorontalo
  11. Sri Devi A. Pangulu (Teknik Sipil), PUPR, Wilayah Makassar
  12. Silvana Nihe (Teknik Sipil), PUPR, Wilayah Aceh
  13. Andi Aswin Rahman (Teknik Sipil) PUPR, Wilayah Jambi
  14. I Putu Werdhianto (Teknik Sipil ), PUPR, Wilayah Aceh

STUDI INDEPENDEN :

  1. Indrawati Hintalo, (Akuntansi), PT. AMATI Indonesia, Daring.
  2. Irawan Podungge, (Teknik Sipil), PT. AMATI Indonesia, Daring.
  3. Nurfaidah, (THP), PT. AMATI Indonesia, Daring
  4. Nursamsiah Abdullah (Perikanan dan Kelautan, PT. AMATI Indonesia, Daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *