Headlines

Roem Kono : Putra Putri Gorontalo Teladani Kepemimpinan – Semangat Pahlawan Nasional Nani Wartabone

228
×

Roem Kono : Putra Putri Gorontalo Teladani Kepemimpinan – Semangat Pahlawan Nasional Nani Wartabone

Sebarkan artikel ini

Dimata Roem Kono Kepemimpinan dan semangat Nani Wartabone harus dimiliki oleh generasi muda pelanjut Pembangunan Gorontalo. Nani Wartabone, bukan saja sosok pemimpin yang berjuang melawan penjajah. Tapi ia mengorbankan harta dan jiwanya untuk Indonesia, khususnya Gorontalo

Editor : Sahril Rasid

23 Januari 1942 kata Roem Kono bukan sekedar hari bersejarah bagi Gorontalo. Tapi sesunguhnya untuk Indonesia.

Cerita jejak perjuangan masyarakat Gorontalo membebaskan tanah air,  menjadi bagian catatan sejarah Indonesia. Kenapa ?  karena perlawanan terhadap penjajah ditanah Gorontalo bergema penjuru Indonesia.

Ini bisa dilihat hubungan pemerintah pusat dengan Gorontalo. Padahal Gorontalo hanya sebuah daerah kecil. Tapi Presiden RI Pertama Soekarno beberapa kali menginjakkan kakinya di Gorontalo.

Itu menandakan sejak zaman perjuangan pejuang pejuang Gorontalo di bawah kepemimpinan Nani Wartabone selalu berkomunikasi dengan pemerintahan pusat.

Secara kepemimpinan kata Roem Kono, teladan yang diberikan oleh Pahlawan Nasional dari Gorontalo Nani Wartabone harus menjadi panutan calon pemimpin di Gorontalo, baik skala pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten, kota dan tertanam di jiwa seluruh anak anak Gorontalo.

“ Era perjuangan, Nani Wartabone selain kepemimpinannya, ia mengorbankan hartanya. Membuat dapur umum untuk masyarakat, saat itu semuanya serba sulit. Disini sifat kepemimpinan Nani Wartabone bukan hanya memimpin berjuang melawan penjajah, tapi bagaimana agar masyarakat terlindungi dari kelaparan,” katra Roem Kono.

Sebagai tokoh masyarakat, Nani Wartabone menginisiatif membuka sawah dan ladang baru untuk menanam padi dan palawija sebagai bahan makanan dapur umum.

“ Semangat Gotong royong diarahkan Nani Wartabone menjadikan perjuangan masyarakat Gorontalo bisa mengusir penjajah dan praktis sejak tahun 1942 tidak ada lagi penjajah di tanah Gorontalo,” ujar Roem Kono.

“ Sifat dan semangat Nani Wartabone inilah yang harus kita wariskan keanak cucu kita Ketika menjadi pemimpin. Almarhum Nani Wartabone Ketika berjuang tidak memikirkan jabatan dan kekuasaan, saat itu bagamana penjajah keluar dari tanah Gorontalo, dan rakyat Gorontalo bisa cukup pangan dan sandang,” kata Roem Kono lagi.

Dan sifat lainnya yang harus ditanamkan ke genrasi pelanjut adalah semangat gotong royong.

“ Membangun Gorontalo tidak boleh sendiri sendiri, atau sekelompok. Tapi harus Bersama sama seluruh komponen anak Gorontalo tidak kecuali dari berbagai profesi,” tegas Roem Kono.

Selain itu,Ketika jadi pemimpin jangan hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Tapi pemimin Gorontalo harus menguatamakan kepentingan rakyat banyak.

“ Inlah sesungguhnya makna hari patriotic. Jangan sampai hari patriotic kehilangan makna sesungguhnya sehingga hanya diperingati secara seremonial, harus ada penutur sejarah yang bisa diceritakan kepada anak cucu kita tentang semangat patriotic trersebut,” imbau Roem Kono *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *